Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Ani Yudhoyono Di-bully, Ferdinand Setop Dukung Prabowo

Ahad 19 Mei 2019 16:50 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (kedua kiri)

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (kedua kiri)

Foto: Republika TV/Nugroho Habibi
Ferdinand menyatakan, Demokrat masih berada di koalisi secara kelembagaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan berhenti mendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia menjelaskan, alasan berhenti mendukung lantaran ada oknum yang membully istri Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono. 

Baca Juga

"Ya berhenti. Tidak dukung lagi karena pendukung 02 mem-bully ibu Ani," kata Ferdinand saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (19/5).

Sikap Ferdinand itu ditunjukkan melalui unggahan di akun Twitter pribadinya pada Ahad pagi. Ia mengaku kecewa dengan sikap para pendukung 02 mem-bully Ani Yudhoyono yang sedang menjalani perawatan di Singapura. 

"Pagi ini, sy menemukan bullyan yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit. Sikap itu sangat BRUTAL Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI," demikian diunggah Ferdinand di akun Twitter-nya. 

Ferdinand menyatakan, dirinya tak mau lagi berjuang memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia menuntut pihak-pihak yang mem-bully An Yudhoyono meminta maaf secara terbuka dan meminta Prabowo-Sandi menegur para pendukungnya. 

"Ya saya tidak bersedia kecuali mereka minta maaf dan Prabowo Sandi menegur pendukungnya," kata Ferdinand. 

Terkait sikap partai, Ferdinand menyatakan, Demokrat masih berada di koalisi secara kelembagaan. Namun, ia menyatakan, hati Demokrat sudah tak berada di koalis. 

"Demokrat tetap masih di koalisi secara lembaga meski hatinya sudah tidak di sana," kata dia. 

Bentuk kekecewaan Politikus Demorkat juga ditunjukkan rekan Ferdinand Hutahaean, yakni Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon. Ia juga menunjukkan kekecewaannya pada pendukung 02 di Twitter dengan mengutip unggahan yang dianggap mem-bully Ani dengan menyertakan balasan. 

"Sungguh menyakitkan twett ini apalagi langsung dimention ke Pak SBY. Hanya karena soal politik bisa kalian jadi SETEGA ini ya! Orang sakitpun kalian bully dan CIBIR. Istighfar lah! Sdh salah jalan kalian ini. Teruslah serang kami jika dgn itu kalian meyakini @prabowo bisa menang," kata Jansen dalam akun Twitter-nya, @jansen_jsp.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA