Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Polri-TNI Jember Sisir Warga yang Ingin ke Jakarta

Ahad 19 May 2019 18:05 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi polisi.

Ilustrasi polisi.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Polisi juga merazia barang bawaan penumpang untuk mencegah hal-hal tak diinginkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Polres Jember bersama Kodim 0824 memperketat sweeping terhadap warga yang akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti ajakan aksi people power pada 22 Mei 2019. Mereka melakukan patroli gabungan di Stasiun Jember dan Terminal Tawang alun, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Ahad.

"Setelah melakukan razia di Terminal Tawangalun pada Sabtu (18/5) malam, hari ini Polres bersama Kodim 0824 melakukan sweeping untuk mencegah gerakan massa ke Jakarta terkait dengan aksi people power," kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo di Stasiun Jember.

Menurutnya Polri dan TNI akan melakukan patroli rutin di beberapa titik untuk mencegah gelombang massa yang akan berunjuk rasa dengan dalih people power di Jakart. Aksi massa, kata ia, seharusnya tidak perlu dilakukan oleh masyarakat.

"Penolakan terhadap hasil Pemilu 2019 yang nantinya ditetapkan oleh KPU RI sebaiknya disampaikan kepada Bawaslu di masing-masing daerah, sehingga tidak perlu mengikuti aksi people power ke Jakarta," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, perjalanan jauh juga memiliki risiko yang cukup tinggi, apabila terjadi kecelakaan dan sebagainya. Ia mengimbau warga Jember yang ingin menyampaikan aspirasinya bisa dilaksanakan di Jember dan tidak perlu ke Jakarta.

"Kami terus memantau dan mengantisipasi mobilisasi massa ke Jakarta dengan melakukan razia secara berkelanjutan di terminal, stasiun, dan sejumlah agen travel yang menyewakan bus ke Jakarta," katanya.

Selain itu, lanjut dia, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena para penumpang dilarang membawa senjata tajam yang berbahaya. Mereka yang kedapatan membawa senjata tajam dapat dijerat dengan UU Darurat tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun.

Sementara Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf Arif Munawar mengatakan kegiatan patroli bersama Polres Jember merupakan patroli yang rutin dan biasa dilakukan, bahkan selama Ramadhan tercatat sudah lima kali melakukan patroli secara bersama-sama.

"Patroli hari ini dilakukan dalam rangka memonitor kemungkinan adanya warga Jember yang akan berangkat ke Jakarta dengan tujuan ikut aksi ajakan people power saat pengumuman hasil Pemilu oleh KPU RI pada 22 Mei 2019," tuturnya.

Dari hasil patroli bersama, lanjut dia, pihaknya belum menemukan massa yang berangkat ke Jakarta dalam rangka ikut turun ke jalan terkait ketidakpuasan hasil Pemilu 2019. Patroli gabungan terus dilaksanakan hingga jajaran Polsek bersama Koramil di wilayah masing-masing.

Pantauan di lapangan, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo bersama Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf Arif Munawar juga mendatangi kantor bus malam PO Lorena dengan rute Jember-Jakarta untuk menanyakan perkembangan penumpang menjelang 22 Mei 2019.

Pihak PO Lorena menyampaikan bahwa penumpang masih dalam batas normal dan tidak ada lonjakan signifikan untuk keberangkatan ke Jakarta, bahkan pihaknya perusahaan otobus tersebut tidak menerima pemesanan tiket rombongan.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA