Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

KPU Percayakan Aparat Soal Ancaman Terorisme

Senin 20 May 2019 15:33 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Ketua KPU Arief Budiman.

Ketua KPU Arief Budiman.

Foto: Republika/Prayogi
KPU tetap fokus menjalankan tugas sesuai tahapan Pemilu 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) memercayakan pada aparat kepolisian dan TNI soal adanya ancaman terorisme menjelang pengumuman hasil rekapitulasi suara pada 22 Mei 2019. KPU menyatakan tetap fokus menjalankan tugasnya.

Baca Juga

"KPU fokus pada penyelesaian tugas-tugasnya saja. Kalau hal di luar itu kami percayakan sepenuhnya kepada pihak yang punya kompetensi untuk menjelaskan dan mengambil tindakan," kata Ketua KPU Arief Budiman saat ditanya soal ancaman terorisme, Ahad (20/5).

Arief menegaskan, KPU tetap melanjutkan proses rekapitulasi suara. Untuk itu, KPU bisa mengungumkan hasil rekapitulasi sesuai jadwal yang ditentukan, lalu menetapkan pemenang bila tidak ada sengketa.

"Tidak (masalah), kan pemilu sudah jelas tahapannya sudah jelas bagaimana mentaati dan menyikapinya jadi KPU bekerja saja sesuai dengan tahapannya," kata Arief.

Polri sebelumnya menyebut aksi 22 Mei 2019 yang digelar massa rawan ditunggangi terorisme. Sejumlah terduga teoris bahkan ditangkap Polri. Polisi menyebut mereka mengincar aksi 22 Mei 2019 untuk melakukan peledakab bom.

"Bulan puasa ini merupakan suatu momentum bagi mereka untuk melakukan jihadnya, melakukan amaliahnya. Pas kebetulan di bulan puasa ini ada momentum besar yaitu momentum nasional, 22 Mei akan diumumkan secara nasional hasil penghitungan suara baik pemilihan presiden," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

Menurut Dedi, para teroris mengikut dinamika politik yang terjadi dan melihat tanggal tersebut sebagai momen yang tepat untuk melancarkan aksi mereka. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA