Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Harapan KPK untuk Kabinet Jokowi 2019-2024

Rabu 22 Mei 2019 03:39 WIB

Red: Andri Saubani

Capres Petahana Joko Widodo (tengah) bersama Cawapres Ma’ruf Amin (kanan) menyapa warga usai pidato kemenangan sebagai Presiden periode 2019-2024 di Kampung deret,Tanah tinggi,Johor baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Capres Petahana Joko Widodo (tengah) bersama Cawapres Ma’ruf Amin (kanan) menyapa warga usai pidato kemenangan sebagai Presiden periode 2019-2024 di Kampung deret,Tanah tinggi,Johor baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Foto: Fakhri Hermansyah
KPU telah mengumumkan Jokowi-Maruf sebagia pemenang Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengharapkan menteri-menteri yang akan dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kabinet yang akan datang diisi oleh orang-orang yang profesional. KPU telah mengumumkan Jokowi-Maruf sebagia pemenang Pilpres 2019.

"Kemarin kan disebut ada yang disebut katanya zaken kabinet (kabinet yang diisi dari kalangan ahli). Bahwa itu adalah orang-orang profesional yang kalau dia bicara lingkungan hidup dia paham. Kalau dia umpamanya di keuangan, dia mengerti betul sebenarnya Indonesia bisa ngumpul berapa uang lagi," kata Saut di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/4).

Selanjutnya, Saut pun mengharapkan agar menteri yang dipilih nantinya dapat menerapkan zero tolerance terhadap segala tindak pidana korupsi. "Dengan zero tolerance tegas bahwa sekecil apa pun pelanggaran itu harus ada sanksinya. Oleh sebab itu, kalau kita bicara zero tolerance barulah kemudian kita bisa mendekati apa yang disebut strategi nasionalnya dan strategi nasional sekarang kita berada di KPK dengan tiga prioritas pendapatan negara, perizinan, dan kemudian penegakan hukuman," tuturnya.

Selanjutnya, Saut pun mengharapkan agar menteri-menteri yang dipilih nantinya mempunyai integritas. Menurutnya, jika sudah mempunyai integritas maka menteri itu dapat membangun tata kelola yang baik dalam pemerintahan.

"Katakanlah banyak impian-impian kita tentang APBN menjadi Rp 4.000 triliun yang pernah kita sebut itu. Kemudian kita melakukan penindakan itu akan menjadi lebih cepat, kesejahteraan menjadi lebih baik dan kalau kesejahteraan lebih baik kemudian dunia luar melihat kita lebih tertib," ucap Saut.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA