Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Banser Kota Tasikmalaya Gelar Doa Pascaaksi 22 Mei

Jumat 24 May 2019 05:45 WIB

Rep: Bayu Adji/ Red: Muhammad Hafil

Doa bersama Banser Tasikmalaya.

Doa bersama Banser Tasikmalaya.

Foto: Bayu Adji/republika.co.id
Doa bersama Banser dilakukan di halaman kantor PCNU.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tasikmalaya menggelar doa bersama pascaaksi yang terjadi di Jakarta pada Rabu (22/5). Doa bersama yang dilakukan halaman Kantor Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Kelurahan Tasikmalaya itu dihadiri sekitar 250 anggota Banser.

Wakil Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tasikmalaya, Opik Taupikul Haq mengakatan, doa bersama itu dilakukan atas instruksi Pengurus Besar (PB) NU terkait dengan kondisi bangsa saat ini. Apalagi, dalam beberapa hari belakangan terjadi kerusuhan di Jakarta.

"Kita menyesali terjadinya kerusuhan di Jakarta dan berdoa untuk korban kerusuhan kemarin," kata dia, Kamis (23/5) malam.

Menurut dia, seharusnya aksi yang dilalukan di depan Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tidak perlu berakhir rusuh. Apalagi, sampai menimbulkan korban jiwa.

Opik menilai, pada dasarnya gerakan 22 Mei adalah sesuatu yang sah menurut konstitusi negara. Pasalnya, aksi massa tak dilarang secara Undang-Undang dan merupakan bagian dari bunga kehidupan berdemokrasi.

Namun, jika tujuannya untuk menciptakan kerusuhan, hal itu harus dihentikan. Aparat, kata dia, wajib tindak tegas siapa pun yang melakukan pengrusakan dan kekerasan.

"Apa yang dilakukan polisi sudah benar. Kita mendukung apa yang dilakukan TNI/Polri terkait penanganan," kata dia.

Opik menegaskan, aksi yang bertujuan kerusuhan tidak bisa dibenarkan dengan dalil apapun, baik dengan dalil konstitusi maupun agama. Karena itu, ia mengimbau jika masyarakat ingin aksi, harus dilakukan aksi dengan semangat dan etika yang baik.

Selain menggelar doa bersama, Banser juga diminta untuk bersiaga menjaga Kantor PCNU Kota Tasikmalaya. Menurut dia, dikhawatirkan akan ada aksi massa di Kota Tasikmalaya.

"Mudah-mudahan aksinya damai, santun, dan tidak melakukan kegiatan perusakan," kata dia.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser Kota Tasikmalaya, Haedar Burhan berharap, semua diberikan petinjuk, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap kondusif. Jika situasi kondusif, lanjut dia, semua kegiatan akan berjalan lancar seperti sehari-hari.

"Kami ingin negara tetap kondusif dan rak ada gangguan apapun. Kita harus kembali menjadi orang-orang yang cerdas untuk menata kembali bangsa ini ke depannya," kata dia.

Ia juga mengajak warga Kota Tasikmalaya untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing dengan informasi yang provokatif. Menurut dia,  Allah menolong setiap umat-Nya, selama mereka berbuat kebaikan.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA