Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Tim Hukum Prabowo Ajukan 51 Bukti Lawan Jokowi di MK

Sabtu 25 May 2019 02:19 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua Tim Hukum BPN Bambang Widjojanto bersama Penanggung Jawab Tim Hukum BPN Hashim Djojohadikusumo menyerahkan berkas permohonan gugatan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (24/5).

Ketua Tim Hukum BPN Bambang Widjojanto bersama Penanggung Jawab Tim Hukum BPN Hashim Djojohadikusumo menyerahkan berkas permohonan gugatan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (24/5).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ke-51 bukti merupakan hasil pengumpulan timnya guna mengungkap kecurangan dalam Pilpr

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim hukum pasangan Prabowo-Sandiaga mendaftarkan gugatan terkait hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat, (24/5) malam. Terdapat setidaknya 51 alat bukti yang diajukan guna menggugat kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Baca Juga

Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto mengatakan ke-51 bukti merupakan hasil pengumpulan timnya guna mengungkap kecurangan dalam Pilpres yang bersifat Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). Puluhan bukti itu berbentuk dokumen dan kesaksian. "Ada kombinasi antara dokumen dan saksi. Ada saksi dan fakta. Baru 51," katanya pada wartawan di Gedung MK.

Bambang merasa bukti yang diajukan berpeluang bertambah nantinya. Sebab pengajuan bukti bakal menyesesuaikan dengan kebutuhan gugatan. "Insya Allah pada waktu yang tepat kami akan melengkapi bukti-bukti yang diperlukan dan menambahkan apa-apa yang penting yang diperlukan untuk proses mengungkap kebenaran di Mahkamah Konstitusi ini," ucapnya.

Sayangnya,mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu enggan merinci isi bukti yang diajukan. Menurutnya, hal tersebut merupakan pokok materi sehingga belum akan dipublikasikan pada masyarakat. "Itu materi. Nanti akan saya jelaskan di sidang saja," ujarnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA