Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Prabowo Bertemu JK, Ini Kata Sekjen Gerindra

Sabtu 25 May 2019 06:52 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andi Nur Aminah

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani

Foto: Republika/Fauziah Mursid
pertemuan tersebut dilakukan untuk mendinginkan situasi setelah sempat memanas.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan pertemuan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Kamis (23/5) kemarin. Ia mengatakan pertemuan tersebut dilakukan untuk mendinginkan situasi setelah sempat memanas beberapa hari lalu.

"Ya pertemuan dengan Pak JK membicarakan tentang bagaimana menyatukan, melakukan cooling down dan menyatukan kembali," kata Muzani ditemui Jumat (24/5) malam.

Baca Juga

Muzani menambahkan, hal itu sesuai dengan keinginan para tokoh agama agar suasana Tanah Air kembali sejuk. Selain itu, wakil ketua MPR itu mengatakan, selain menekankan pentingnya persatuan, Prabowo juga menyoroti meninggalnya sejumlah demonstran pada 21 dan 22 Mei lalu.

"Cuma yang kita kritisi ada orang menyampaikan aspirasi kemudian dilakukan dengan cara baik, dikejar-kejar, sekarang sudah 20 lebih meninggal dan itu gimana itu nyawa sudah melayang," ujarnya.

Sebelumnya cawapres Sandiaga Salahuddin Uno juga menjelaskan isi pertemuan diam-diam itu. Sandiaga mengatakan dalam pertemuan tersebut Prabowo membahas situasi terkini dan terkait rencana Prabowo-Sandiaga menyampaikan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Pak Prabowo menyampaikan bahwa ini langkah yang akan ditempuh sesuai dengan undang-undang, koridor, sesuai dengan tahapan konstitusi," kata Sandiaga di Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (25/5).

Sandiaga juga mengungkapkan dalam pertemuan tersebut Prabowo menaruh harapan agar langkah konstitusi yang diambil Prabowo-Sandiaga ke depan membuat suasana di Tanah Air bisa tentram, aman, dan damai. Selain itu Prabowo juga menyampaikan harapan-harapan agar tensi politik yang terjadi belakangan hari ini tidak berimbas ke sektor lain.

"Dan juga harapan-harapan kita bahwa apa yang ditemukan penyimpangan-penyimpangan, kekecewaan masyarakat disuarakan melalui aksi damai ini tidak menjadi salah satu penghambat masalah ekonomi kita, karena ekonomi kita jangan sampai berdampak," jelasnya.

Pertemuan kedua tokoh tersebut luput dari pantauan media. Tidak diketahui di mana pertemuan tersebut digelar. Sejumlah petinggi BPN Prabowo-Sandiaga sebelumnya juga tidak ada yang mau bicara saat ditanya soal adanya pertemuan tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA