Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Ini Alasan Tim Hukum Prabowo-Sandi Berjumlah Delapan

Sabtu 25 May 2019 16:32 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Muhammad Hafil

Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto menyerahkan berkas pendaftaran gugatan perselisihan hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 ke Panitera MK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto menyerahkan berkas pendaftaran gugatan perselisihan hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 ke Panitera MK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Denny berharap Tim hukum Prabowo-Sandi bekerja efektif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Prabowo-Sandi resmi menunjuk delapan kuasa hukum yang akan mengawal persidangan gugatan sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satu Kuasa Hukum Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Denny Indrayana mengatakan alasan dipilihnya delapan tim hukum tersebut.

Baca Juga

"Kita memang sengaja tidak banyak. niatnya, tujuannya supaya solid, supaya timnya bekerja," kata Denny ditemui Jakarta, Sabtu (25/5).

Ia mengatakan dengan jumlah kuasa hukum yang tidak terlalu banyak itu diharapkan tim dapat bekerja efektif. Denny juga mengatakan, usulan penunjukkan BW tersebut berasal dari dirinya.

"Saya sampaikan ke Pak Sandi, pak, Ini tim butuh ketua, butuh koordinator, dan jika diperkenankan saya mengusulkan ketua Pak Bambang Widjojanto. Pak Prabowo tanpa berpikir ulang langsung mengatakan setuju," ujarnya.

Kedelapan orang tersebut di antaranya Bambang Widjojanto,  Denny Indrayana, Teuku Nasrullah, Luthfi Yazid, Iwan Satriawan, Iskandar Sonhadji, Dorel Almir, Zulfadli. Sebelumnya pengacara kondang Otto Hasibuan juga sempat dikabarkan masuk ke dalam tim hukum. Namun hal itu langsung dibantah oleh Otto.

"Saya pastikan tidak ikut dalam sengketa pilpres," tegas dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada itu.

Sementara itu, Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga Andre Rosiade, mengaku tidak tahu terkait batal bergabungnya Otto ke dalam tim hukum Prabowo-Sandiaga. Namun ia mengatakan bahwa tim yang ada saat ini adalah tim yang terbaik yang diharapkan bisa memenangkan Prabowo-Sandiaga.

"Saya nggak tahu, yang jelas tim kuasa hukum yang hadir itu saja yang sudah kita umumkan secara resmi," ucapnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA