Rabu, 23 Syawwal 1440 / 26 Juni 2019

Rabu, 23 Syawwal 1440 / 26 Juni 2019

Pengamat: Pemilu Ulang di Seluruh Indonesia tak Mungkin

Senin 27 Mei 2019 11:31 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Mahkamah Konstitusi

Mahkamah Konstitusi

Foto: Amin Madani/Republika
Pemilu ulang hanya mungkin terjadi di tempat yang dibuktikan ada pelanggaran.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Pengamat hukum tata negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menilai, pelaksanaan Pemilu ulang secara keseluruhan tak mungkin dilakukan. Ini karena kecurangan tidak terjadi di semua tempat.

Baca Juga

"Untuk melaksanakan pemilu ulang secara keseluruhan tidak mungkin terjadi, karena pelanggaran ataupun kecurangan pemilu, tidak terjadi di semua tempat pada pelaksanaan Pemilu serentak 2019 lalu," kata Johanes Tuba Helan, Kupang, Senin (27/5).

Dia mengemukakan hal itu, ketika dimintai pandangan seputar tuntutan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Salah satu tuntutan BPN adalah memerintahkan Termohon (KPU-red) untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang secara jujur dan adil di seluruh wilayah Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 22e ayat 1 UUD 1945.

Menurut Johanes Tuba Helan, Pemilu uang hanya mungkin terjadi ditempat yang mereka buktikan bahwa telah terjadi pelanggaran/kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu serentak pada 17 April 2019 lalu. Itupun harus bisa dibuktikan oleh BPN dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Artinya, tidak mungkin digelar pemilu ulang secara keseluruhan," kata mantan Kepala Ombudsman Perwakilan NTB-NTT itu.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA