Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

JK Nilai Silaturahim Lebaran AHY Cairkan Hubungan SBY-Mega

Selasa 11 Jun 2019 17:24 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (11/6).

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (11/6).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
JK menilai silaturahim yang dilakukan AHY bisa mencairkan situasi politik nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai silaturahmi yang dilakukan Ketua Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat hari lebaran mencairkan situasi politik nasional. Salah satunya, JK menilai silaturahmi AHY dan adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) ke Megawati Soekarnoputri mencairkan hubungan yang terjadi antara ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan ketua umum PDI Perjuangan tersebut.

Baca Juga

"Ya semua tau bahwa hubungan Ibu Mega dengan Pak SBY agak renggang kan, jadi justru anaknya generasi keduanya bagus, selfie-selfie, itu berarti mencairkan suasana politik nasional," ujar JK saat diwawancarai wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (11/6).

Ia pun memuji silaturahmi yang dilakukan AHY dan Ibas ke Megawati tersebut. Begitu juga silaturahmi dengan tokoh-tokoh seperti kepada Presiden Joko Widodo, presiden ketiga RI BJ Habibie, dan ibu negara keempat Sinta Nuriyah.

JK berharap silaturahmi tersebut tidak dikaitkan dengan unsur politik untuk mengincar posisi strategis. "Walaupun ada masalah di generasi sebelumnya, tapi pada generasi muda itu direkatkan. Jadi jangan diliat hanya saja sebagai sesuatu politik," kata JK.

"Kita sambut baik pertemuan-pertemuan itu, jangan diliat hanya dari sisi politik tapi dari sisi hubungan-hubungan secara nasional," ujar JK lagi.

JK juga belum dapat memprediksi terkait kemungkinan Partai Demokrat berkoalisi dengan Pemerintahan. JK menilai koalisi bisa terjadi jika kedua belah pihak mencapai satu kesepahaman.

"Ya itu masalah yang akan datang, itu tergantung keduanya, saya belum tahu, saya yakin pembicaraan itu belum ada," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA