Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

PDIP: Tidak Boleh Ada Pembunuhan Tokoh Politik di Indonesia

Kamis 13 Jun 2019 01:25 WIB

Red: Ratna Puspita

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Charles Honoris

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Charles Honoris

Foto: ANTARA
Perebutan kekuasaan dalam negara demokratis seperti Indonesia harus melalui pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PDI Perjuangan Charles Honoris mengatakan, pembunuhan tokoh politik sebagaimana terjadi di negara-negara lain tidak boleh ada di Indonesia. Menurut Charles, rencana pembunuhan terhadap tokoh-tokoh politik nasional sebagaimana diungkap kepolisian menunjukkan ada upaya memainkan politik kekerasan oleh segelintir elite sebagai ekspresi ketidakpuasan terhadap proses elektoral yang sudah berjalan.

Baca Juga

"Negara tidak boleh membiarkan aksi kekerasan tersebut sebelum telanjur menjadi lingkaran setan kekerasan dalam perpolitikan Indonesia," kata Charles di Jakarta, Rabu (12/6).

Dia mengatakan, dalam beberapa dekade terakhir, ratusan tokoh politik di Amerika Latin menjadi korban pembunuhan dari lawan politik, kartel narkotika dan kekuatan militer. "Tidak sedikit juga tokoh politik di Timur Tengah yang meninggal dunia karena dibunuh, sebut saja pembunuhan mantan PM Lebanon Rafik Hariri, yang membawa negara tersebut kepada tradisi kekerasan yang seakan tak berkesudahan," ujar Charles.

Ia mengatakan, Indonesia tidak memiliki tradisi perebutan kekuasaan dengan cara-cara pembunuhan tokoh politik seperti itu. Karena itu, segenap anak bangsa hendaknya bersatu untuk menentang dan tidak memberi ruang sedikitpun terhadap segala bentuk politik kekerasan.

"Perebutan kekuasaan dalam negara demokratis seperti Indonesia haruslah melalui pemilu, bukan dengan desing mesiu," ujar anggota Fraksi PDIP DPR RI itu.

Anggota Komisi I DPR itu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI dan Polri yang telah mencegah terjadinya pembunuhan tokoh-tokoh politik, dan menjadi benteng terdepan NKRI. Kesiapsiagaan TNI-Polri dalam menjaga NKRI, lanjut Charles, hendaknya juga diikuti dengan sikap elit yang antikekerasan dan mengedepankan cara-cara bermartabat dalam berpolitik.

"Elite politik seharusnya menyadari bahwa kekuasaan bukanlah segalanya sehingga tidak perlu cara-cara jalanan untuk merebutnya. Sebaliknya, sekeras apa pun pemilu sebagai mekanisme perebutan kekuasaan yang sah dalam negara demokratis tidak boleh membawa Indonesia pada sebuah lingkaran setan kekerasan," ujar Charles.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA