Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Politikus PSI Dukung Saksi BPN Dilindungi LPSK

Ahad 16 Jun 2019 14:08 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha, Rizky Suryarandika/ Red: Ratna Puspita

Sekjen DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni

Sekjen DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni

Foto: Antara/Saiful Bahri
Perlindungan saksi agar kubu oposisi tidak dapat membangun opini telah dicurangi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan bagi saksi yang akan dihadirkan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu dilakulan agar kubu oposisi tidak dapat membangun opini telah dicurangi.

Baca Juga

"Kami mendorong LPSK menjalankan amanah konstitusional mereka untuk melindungi saksi kalau memang diperlukan, agar jangan sampai tim hukum 02 kembali membangun imajinasi bahwa LPSK tidak netral atau malah mendukung 01," kata Sekretaris Jendral Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni di Jakarta, Ahad (16/6).

Menurut Antoni, persepsi adanya kecurangan dalam Pemilu 2019 secara konsisten dijual oleh BPN. Mereka, lanjut dia, berpendapat jika kekalahan Prabowo disebabkan karena adanya kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). 

Wakil ketua TKN Jokowi-Ma'ruf ini mengaku menunggu saksi wow yang dimaksud BPN untik dihadirkan dalam sidang di Mahakamah Konstitusi (MK). Dia berpendapat, saat ini kubu oposisi sedang melakukan gertakan terkait saksi tersebut.

Antoni mengatakan, saksi tersebut hanya sebuah omong kosong layaknya kecurangan yang dituduhkan BPN kepada calon presiden (capres) pejawat. Termasuk, dia melanjutkan, keselamatam saksi yang disebut-sebut terancam dalam sengketa hasil Pilpres 2019 ini.

"Kita hidup di negara demokratis. Hampir tidak ada penculikan, tindak kekerasan, intimidasi dan sebagainya," kata Antoni lagi.

Sebelumnya, Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso mengungkapkan rencana tim hukum Prabowo-Sandi yang sudah menyiapkan sejumlah saksi guna memberikan keterangan dalam persidangan sengketa hasil Pilpres 2019. Dia mengatakan, saksi yang dijanjikan akan memaparkan bukti soal dugaan kecurangan dalam Pilpres 2019 yang bersifat TSM itu.

“Sudah tentu kami siapkan. Juga mudah-mudahan ada saksi hidup yang akan berikan keterangan yang bersifat ‘wow’ terhadap itu semua," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA