Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Mahfud Sarankan Kubu Oposisi Dapat 'Jatah' di Pemerintahan

Rabu 19 Jun 2019 16:54 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andi Nur Aminah

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Mahfud menyarankan kubu yang terpilih agar mengutamakan keadilan dalam memerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) Mahfud MD menekankan pentingnya rekonsiliasi usai Pilpres 2019 demi menyatukan bangsa. Ia menyarankan kubu yang terpilih agar mengutamakan keadilan dalam memerintah.

Baca Juga

Mahfud mengimbau supaya kubu oposisi juga mendapat jatah di pemerintahan. Dengan begitu, pemerintahan tak sepenuhnya diokupansi oleh satu kubu saja.

"Win-win solution itu rekonsiliasi, kekuasaan itu bisa dibagi, jangan diambil sendiri oleh pemenang. Kalau misalnya yang oposisi ya dibiayai (diberi ruang), oposisi oleh negara. Kalau mau bergabung ke pemerintahan ya bergabung saja," katanya pada wartawan dalam Halal bi Halal GSK di Jakarta, Rabu (19/6).

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu menilai pentingnya keseimbangan antara kubu pendukung pemerintah dan oposisi dalam suatu negara. Kehadiran kedua kubu menciptakan keseimbangan bagi pembangunan. Walau pun nantinya jatah kubu oposisi tak sebanyak kubu pendukung pemerintah.

"Yang penting tetep proporsional dan ini sistem presidensil, penentunya adalah presiden tidak boleh menetukan sendiri. Kalau rekonsiliasi dan saling rangkul itu tetap keputusan akhir ada di presiden karena sistem presidensil bukan sistem parlementer," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA