Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Komisioner KPU Sarankan Perokok Jangan Jadi Petugas Pemilu

Rabu 26 Jun 2019 18:52 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Muhammad Hafil

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).

Foto: Republika/Mimi Kartika
Komisioner KPU menyatakan mayoritas petugas pemilu yang meninggal ternyata perokok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menyayangkan banyaknya petugas pemilu yang meninggal dunia pada pemilu serentak 2019. Ia mengingatkan agar ada pengetatan pengecekan medis terhadap petugas pemilu.

Baca Juga

Wahyu mengatakan mayoritas petugas pemilu yang meninggal ternyata merupakan perokok. Mereka juga diagnosa mengidap penyakit kardiovaskular.

"Yang bersangkutan sakit dan punya riwayat sakit. Semua yang meninggal punya riwayat merokok. Jadi yang ngerokok jangan jadi petugas KPPS ya," katanya dalam diskusi di kantor DPP GMNI pada Rabu, (26/6).

Wahyu membantah kabar peracunan terhadap petugas pemilu. Menurutnya, meninggalnya para petugas pemilu bukan dilandasi kesengajaan oleh pihak tertentu.

"Isu banyak petugas KPPS tewas karena diracun kami pastikan tidak benar. Yang benar itu Tuhan berkehendak lain. Selain memang ada alasan medisnya," ujarnya.

Di sisi lain, ia mendukung adanya evaluasi terhadap pelaksaan pemilu serentak. Sebab ia mengakui pelaksaannya masih diselingi kekurangan yang perlu diantisipasi demi pemilu ke depannya.

"KPU ada kajian sederhana dan mendalam. Intinya pemilu serentak perlu dikaji lagi," ucapnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA