Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

BKHI Jadi Ajang Kreativitas Pemuda

Senin 20 May 2019 12:16 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Imam Nahrawi menghadiri Grand Opening BKHI Nahdlatul Ulama yang dilakukan Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj, Ahad (19/5) malam.

Imam Nahrawi menghadiri Grand Opening BKHI Nahdlatul Ulama yang dilakukan Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj, Ahad (19/5) malam.

Foto: kemenpora
Menpora Imam Nahrawi menghadiri grand opening BKHI.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Menpora Imam Nahrawi menilai kehadiran Bengkel Kreatif Hello Indonesia (BKHI) diperlukan untuk para pemuda. Imam Nahrawi menghadiri Grand Opening BKHI Nahdlatul Ulama yang dilakukan Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj, Ahad (19/5) malam.

BKHI didirikan Muhammad Holis Satriawan sebagai wadah kreativitas anak muda khususnya kaum santri. Karya yang terus berkembang untuk tahun ini dibuktikan dengan me-launching Program 1000 Kedai Mini Cafe Kemitraan Santri Kreatif Indonesia serta pendataan secara digital 92 juta warga NU (Big Data Closed Market Project 92M Digital Member Platform).

"Bengkel Kreatif Hello Indonesia ini merupakan ikon baru kreatifitas anak muda yang membanggakan dan perlu digaungkan keseluruh anak muda penjuru tanah air. Ini bisa menjadi wadah anak-anak muda untuk lebih kreatif, responsif, dan inovatif," ucap Menpora.

Dia mengatakan banyak yang dapat disinergikan dengan Kemenpora bersama BKHI. Seperti program unggulan Kirab Pemuda yang terus menggugah semangat anak muda tanah air untuk terus menggali kreativitas.

"Saya berharap tempat ini dapat menjadi pengemblengan para pemuda yang pasca Kirab Pemuda terus mengasah dan mengembangkan kreativitasnya. Apa-apa hasanah budaya nusantara yang ditemukan di berbagai provinsi dapat dimatangkan dan diasah disini," ujar dia.

Menpora berharap BKHI juga dapat bermanfaat untuk para atlet. Para atlet yang merupakan kaum muda dengan skil khusus ternyata juga memiliki sisi lain yang dapat dikembangkan, terutama pasca keatletannya.

"Tempat ini juga perlu untuk para atlet. Setidaknya selain refresing, sekali waktu para atlet bisa menempa dan menggali lebih dalam karena mereka punya potensi lain yang dapat dikembangkan," kata Menpora.

Dia mencontohkan adalah Lalu Muhammad Zohri yang beberpa waktu lalu usai memastikan langkah ke Olimpiade 2020 di Tokyo berkat kesuksesan melampaui limit yang disyaratkan untuk lolos Olimpiade adalah minimal 10,05 detik. Sementara Zohri tembus 10,03 detik di Seiko Golden Grand Prix 2019. Selain hebat dilintasan lari ternyata atlet muda ini punya talenta menulis dan melukis/menggambar.

"Sebagai contoh Zohri yang membanggakan itu, juga bisa menulis (puisi) dan melukis. Tempat ini cocok untuk mengembangkan hal tersebut sebagai bekal nanti pasca keatletannya," kata Menpora.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA