Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

Solusi Psikolog UMM Bagi Mahasiswa yang Stres karena Skripsi

Senin 07 Jan 2019 18:09 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Psikolog sekaligus Dekan Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM),  Salis Yaniardi.

Psikolog sekaligus Dekan Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Salis Yaniardi.

Foto: Humas UMM
Berpikiran positif dan optimistis mesti menjadi pegangan hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Psikolog sekaligus Dekan Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Salis Yaniardi, mencoba memberikan solusi bagi mahasiswa yang merasa stres akibat skripsi. Hal ini diungkapkan mengingat tahun lalu terdapat dua mahasiswa perguruan tinggi negeri ternama di Bandung, Jawa Barat ditemukan tak bernyawa karena tekanan skripsi.

"Depresi menjadi faktor melakukan bunuh diri. Depresi ialah tahap seseorang kehilangan harapan. Tentu saja pikiran akan terombang-ambing,” katanya melalui pesan resmi yang diterima Republika.co.id, Senin (7/1).

Menurut Salis, ketika mendapatkan masalah seseorang akan mengalami stres. Stres selalu menjadi pintu utama sebelum masuk ke tahap depresi.

Pria lulusan S3 Psikologi Institute of Neuroscience Newcastle University, Inggris Raya ini menjelaskan, semua orang tentu memiliki masalah. Maka, dia mengungkapkan, ada beberapa hal yang harus dipegang teguh seperti keyakinan agama. “Orang beriman diajarkan untuk berpikir positif dan optimistis, ini kunci dalam setiap jengkal kehidupan,” jelasnya.

Agar tidak masuk ke tahap depresi, Salis menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, berbagi cerita kepada orang yang dipercaya, meski tidak semua orang dapat menjadi rekan berbagi cerita. Selanjutnya, bisa juga bercerita kepada ahli atau psikolog yang bekerja di bawah sumpah tak akan membeberkan rahasia pasien.

Berikutnya, bagi Salis, pola pikir seseorang juga mesti benar. “Bila kita anggap diri kita tidak mampu, maka itu kemungkinan besar akan terjadi. Hal ini akan tersugesti yang bermuara pada usaha-usaha yang akan dilakukan,” tuturnya.

Agar tak terjebak dalam tahap depresi, berpikiran positif dan optimistis mesti menjadi pegangan hidup. Hal ini termasuk perlu diterapkan ketika seseorang mengerjakan skripsi. Selanjutnya, pola pikir optimistis dengan melihat sudah banyak orang yang mengerjakan skripsi dengan tuntas. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA