Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

LPT Psikososial UMM Masif Beri Pendampingan di Masyarakat

Jumat 11 Jan 2019 13:20 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Tim Psikososial Kemensos Pulihkan Trauma Anak-Anak Korban Gempa Aceh

Tim Psikososial Kemensos Pulihkan Trauma Anak-Anak Korban Gempa Aceh

Foto: dok.Kemensos
Keberadaan psikososial selama ini kebanyakan dianggap sebatas untuk bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Laboratorium Psikologi Terapan (LPT) Psikososial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan akan selalu memberikan pendampingan di masyarakat secara masif. Dedikasi ini terbukti dengan keterlibatan UMM sejak peristiwa Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Konflik Poso, Tsunami Aceh dan Gempa Palu serta Donggala.

Staf LPT Psikososial UMM, Alifah Nabilah Masturah mengatakan, keberadaan psikososial selama ini kebanyakan dianggap sebatas untuk bencana. Padahal hal ini dapat dilakukan untuk ODHA dan trauma-trauma lainnya. "Intinya adalah mental (psikis) yang diobati pada psikososial,” kata Alifah.

Sejauh ini, kata dia, stigma tentang psikososial memang banyak kurang tepat. Psikososial dianggap hanya mengurusi anak-anak penyintas pascabencana. Padahal, ia melanjutkan, ranah aksi psikososial sebenarnya lebih luas.

“Para relawan terbagi menjadi beberapa bagian, di antaranya untuk menangani anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak,” jelasnya.

Menurut Alifah, pendekatan kepada setiap umur tentunya akan berbeda. Keidentikan Psikososial untuk anak-anak tentu tak tepat diterapkan.

Selain itu, psikososial tidak hanya beraksi saat bencana. Psikososial juga dapat memberikan treatment semisal kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Treatment kepada kaum ini bertujuan agar mereka siap menghadapi kehidupan sosial.

Secara umum, ia menambahkan, durasi dalam pemberian psikososial pada peristiwa bencana biasanya tak lebih dari sebulan. Hal tersebut karena relawan juga membutuhkan energi baru untuk memberikan penanganan psikososial.

Sejauh ini, kerja sama yang paling masif UMM, yakni Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Dekan Fakultas Psikologi, Muhammad Salis Yuniardi, menerangkan, Fakultas Psikologi kosisten menurunkan tenaga-tenaga terbaiknya untuk memberikan pelayanan psikososial kepada korban bencana maupun konflik. Para relawan telah dibekali langsung beragam kompetensi oleh LPT Psikososial.

Selain yang dikerjasamakan dengan MDMC melalui LPT Psikososial, UMM memang tengah banyak melakukan pengabdian terhadap para korban bencana yang belakangan dialami sejumlah daerah di Indonesia. Salah satu di antaranya melaui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang ditempatkan di Palu, Sulawesi Tengah. Hal ini termasuk yang dilakukan RSU UMM yang mengirim dokter dan perawatnya ke Donggala, Sulawesi Tengah.

Terhitung sejak Oktober 2018 lalu, relawan RSU UMM terjun langsung ke salah satu wilayah terdampak bencana. Berbagai aksi ini sesuai dengan visi dari Rumah Sakit Islam yang menjunjung visi kemanusiaan.

Dalam waktu dekat, tepatnya 13 Januari 2019, LPT Psikososial bakal menggelar Diklat Psikososial Dasar bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Tak menutup kemungkinan, LPT Psikososial UMM akan menerjunkan relawannya untuk turut membantu pemulihan trauma dari korban bencana Tsunami di Selat Sunda.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA