Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

UMY Usung Target Dikenal Global 2020 Mendatang

Selasa 06 Nov 2018 12:07 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda

Kepala Cabang ACT DIY Agyus Budi Haryadi dan jajaran stafnya nelakukan  audiensi dengan Bupati Gunungkidul beserta jajaran Pemkab Gunungkidul,  Selasa (6/12).

Kepala Cabang ACT DIY Agyus Budi Haryadi dan jajaran stafnya nelakukan audiensi dengan Bupati Gunungkidul beserta jajaran Pemkab Gunungkidul, Selasa (6/12).

Foto: Republika/Neni Ridarineni
Untuk mewujudkan target tersebut UMY melakukan sosialisasi Tri Dharma.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memulai sosialisasi Tri Dharma. Hal itu dilakukan Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UMY demi mewujudkan target dikenal dunia pada 2020.

Program Tri Dharma disosialisasikan kepada dosen-dosen UMY dimulai sejak 30 Oktober 2018 dan berlangsung selama satu pekan. Sosialisasi bertujuan untuk mewujudkan makna-makna dari Tri Dharma pendidikan itu sendiri.

Sosialisasi yang dilakukan mengacu kepada rencana strategi (renstra) dan roadmap yang sudah ditentukan. UMY memang sudah mencanangkan untuk menjadi universitas yang dikenal di dunia Internasional pada 2020 mendatang.

Tri Dharma ini diharapkan bisa menjadi pijakan penumbuh semangat para dosen membuat penelitian dan jurnal yang berbasis internasional. Ketua LP3M UMY, Gatot Supangkat berharap, dosen-dosen turut mampu melaksanakan Catur Dharma.

"Karena kita punya amanah sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang notabene berbasis Islam, maka kita mendapat amanah dari Tri Dharma menjadi Catur Dharma yaitu ditambah dengan Al Islam dan Ke-muhammadiyah-an," kata Gatot.

Artinya, ketiga tugas dosen itu dapat diintegrasikan secara utuh dengan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Penelitian menjadi hulu Catur Dharma yang harus menggali sebagai ujung yang kemudian dipublikasikan.

Dari penelitian yang dilakukan harapannya bisa menghasilkan jurnal dan buku. Itu semua merupakan produk dari riset dosen sebagai perwujudan Catur Dharma. Strategi lain yang bisa diwujudkan yaitu melalui media sosial.

Produk dosen berupa penelitian tidak hanya dipublikasikan melalui pembukuan saja, tapi bisa melalui media sosial seperti YouTube. Misalnya, dari riset dihilirkan ke pengabdian masyarakat.

Sehingga, format kegiatan masyarakat yang dilakukan dosen UMY berbasis riset, agar kegiatannya yang ditularkan kepada masyarakat benar-benar dari kajian dosen yang bisa bermanfaat. Dari sana bisa dihasilkan prototype dan paten.

"Yang bisa menjadi bukti kalau dosen UMY telah melakukan riset dan memiliki hasilnya," ujar Gatot.

Sedangkan, tujuan utama sosialisasi tidak lain memberikan informasi kepada semua dosen UMY agar mereka melaksanakan tugas dari Catur Dharma tersebut. Jadi, semua dosen yang ingin mengajukan proposal penelitian lebih jelas.

Sehingga, kegiatan dan pelaksanaan Catur Dharma ini khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta publikasi, nantinya bisa lebih efektif dan efisien.

"Dengan sosialisasi ini, dosen bisa memahami lebih awal hibah-hibah yang diberikan kepada mereka agar bisa diemplementasikan sesuai dengan tugas seorang dosen," kata Gatot. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA