Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

UMM Ubah Kampung Ini Jadi 'Sarang Dinosaurus'

Senin 14 Jan 2019 18:57 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Salah satu penampilan Kampung Hijau bernuansa

Salah satu penampilan Kampung Hijau bernuansa

Foto: Humas UMM
Warga dilatih menyambut tamu sebagai persiapan menjadi Kampung Wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyulap kampung menjadi lebih menarik. Setelah melahirkan Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ), kini giliran Dusun Krajan Sae, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menjadi Kampung Hijau bernuansa "Sarang Dinosaurus". 

Aksi yang digawangi kelompok Praktikum Public Relations (PR) Prospero Program Studi Ilmu Komunikasi UMM ini membuat ajang The Tempenosaurus Mural Art Competition selama tiga hari, yakni 11 sampai 13 Januari lalu. Kompetisi mural diikuti 28 peserta ini terbagi menjadi 10 kelompok. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Jombang dan Malang Raya ikut ambil bagian.

Ketua kelompok Prospero, Sherly Amalia Arif, mengatakan sebelum peluncuran Kampung Hijau 24 Februari nanti, berbagai agenda telah digagas. “Salah satunya kompetisi mural ini. Lomba mural merupakan bagian dari persiapan mempercantik wisata Kampung Hijau. Tema diangkat, yakni seputar purbakala, dinosaurus dan bunga matahari, ungkapnya melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Senin (14/1).

Untuk para pemenang, panitia menentukan tiga peringkat juara. Juara pertama dengan hadiah Rp 2 juta, juara kedua Rp 1,5 juta dan juara ketiga berhak meraih Rp 1 juta. Hadiah diberikan bersamaan dengan peluncuran Kampung Hijau. 

Menurut Sherly, tujuan keberadaan Kampung Hijau untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Beji. Sementara ihwal tema sesuai dengan identitas Kampung Hijau yang lokasinya berdekatan dengan Jawa Timur Park 3. “Objek wisata ini memiliki wahana Dino Park dan bunga Matahari warna kuning, sehingga kontras Kampung Hijau,” bebernya. 

Selain kompetisi mural, pihaknya juga menggelar pelatihan bagi warga Kampung Hijau untuk memproduksi tempe berbagai bentuk. Mereka mendapatkan pembekalan pengetahuan untuk menyambut tamu sebagai persiapan menjadi kampung wisata. Adapula kegiatan menciptakan lagu jingle Kampung Tempe Beji.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA