Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Mahasiswa UMM Jadi Relawan Kanker di Sri Lanka

Kamis 31 Jan 2019 13:20 WIB

Red: Gita Amanda

Save cancer, kanker (ilustrasi).

Save cancer, kanker (ilustrasi).

Foto: Foto : Mardiah
Ini merupakan bagian KKN Internasional UMM bersama sejumlah mahasiswa dari AIESEC.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Natalia Rahman Damayanti (20 tahun) menjadi relawan bagi anak-anak maupun orang dewasa penderita kanker di Sri Lanka. Natalia terjun sebagai relawan kanker di Sri Lanka dikemas dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional bersama sejumlah mahasiswa dari berbagai negara anggota Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC).

"Sejauh ini tanggapan masyarakat di sini (Sri Lanka) bagus. Selama di sini kurang lebihnya bersosialisasi dengan penderita kanker. Mereka menerima baik kehadiran tim saya. Kami gembira setiap hari saat tim saya berkunjung. Alhamdulillah ke pasien," katanya, Kamis (31/1).

Natalia mengemukakan timnya ditugaskan di RS khusus penderita kanker, yakni CCC House yang berada di Navina. "Dalam lima hari kerja, tim kami melakukan dua kali kunjungan atau dua hari dan tiga harinya kami berinteraksi dengan masyarakat setempat," tuturnya.

Untuk bersosialisasi dengan masyarakat, kata mahasiswa UMM semester 5 itu, timnya melakukan dengan berbagai cara, seperti  menyebarkan kuisioner, dan wawancara. Tujuannya untuk menggali pengetahuan masyarakat tentang kanker, sekaligus menjalankan misi menanamkan kesadaran akan kanker.

"Kegiatan yang kami kerjakan ini sesuai nama program kami `cancer awareness'," ucap Natalia.

Menyinggung pengalaman sebagai relawan kanker di Sri Lanka tersebut, Natalia mengaku sangat luar biasa, namun susah susah gampang. "Sebenarnya tantangannya justru terleak pada diri sendiri, bagaimana melawan diri sendiri," katanya.

Natalia menerangkan jika KKN biasa (reguler), tantangannya membuat proyek sendiri. Sebaiknya, dengan KKN Internasional, peserta harus menjalankan proyek dan hanya diberitahu garis besarnya. Setelah itu, membuat rundown sendiri.

"Berada di negara orang membuat kami mandiri mengerjakan sesuatu. Dan, bagaimana caranya kami menciptakan suasana agar tidak 'garing' agar kami kerasan, sebab saya kerja bareng tim yang terdiri atas lima orang yang harus dibarengi `kelebihan', apalagi tim kami dari berbagai negara, sehingga harus menyesuaikan budaya dan respek lebih," paparnya.

Natalia bersama timnya mulai menjalani proyek relawan kanker di Sri Lanka itu sejak 19 Januari dan akan berakhir pada 27 Februari 2019. Terselenggaranya program KKN Internasional UMM ini merupakan salah satu skema kerja sama yang dijalin antara UMM dan AIESEC in UMM.

KKN Internasional diikuti 27 mahasiswa yang tersebar di tujuh negara. Yakni Malaysia tujuh mahasiswa, Thailand 12 mahasiswa, Kamboja satu mahasiswa, Nepal satu mahasiswa, Sri Lanka empat mahasiswa, Polandia satu mahasiswa, dan Ukrainia ada satu mahasiswa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA