Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

PP Muhammadiyah Kutuk Penembakan di Selandia Baru

Jumat 15 Mar 2019 15:15 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Dwi Murdaningsih

Proses evakuasi korban penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru

Proses evakuasi korban penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru

Foto: EPA
KBRI memastikan keselamatan jamaah masjid yang berasal dari Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Yunahar Ilyas mengutuk penembakan brutal yang dilakukan sejumlah orang, di dua masjid di Deans Ave dan Linwood, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). PP Muhammadiyah menyatakan penembakan tersebut sangat sadis dan biadab.

"Muhammadiyah mengutuk perbuatan biadab dan sadis tersebut," kata Yunahar Ilyas melalui pesan singkat yang diterima Republika.co.id, Jumat (15/3).

Yunahar berharap kepolisian Selandia Baru dapat menangkap dan menghukum para pelaku kejahatan. Menurutnya, pemerintah Selandia Baru juga harus mengungkap motif dibalik penyeragan yang brutal di tempat ibadah.

"Berharap semoga kepolisian Selandia Baru segera menangkap dan menghukum para teroris tersebut," ujarnya.

PP Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk turut prihatin atas kekerasan yang menimpa sesama saudara muslim. Yunahar juga meminta agar masyarakat mendoakan korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Dia menambahkan, pemerintah Indonesia melalui Kedutaan besar Republik Indonesia (KBR) dapat menjamin keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Selandia Baru. "Tentu melalui KBRI setempat memastikan keselamatan jamaah masjid yang berasal dari Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan pemerintah pusat telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Selandia Baru. Informasi terbaru yang didapatkan, ada enam WNI yang berada di lokasi penembakan.

Namun, baru tiga yang diketahui berhasil dihubungi. "Saya baru bicara dengan dubes Selandia Baru dan ada yang menyaksikan, ada enam orang indonesia sedang shalat, yang baru dideteksi sekarang baru tiga, tiga lagi belum tahu kabarnya kata Pak Tantowi (Dubes RI untuk Selandia Baru)," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (15/3).

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA