Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Cerita Magang Mahasiswa UMM di Sulawesi Selatan

Jumat 24 Mei 2019 14:14 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Primahaditya Putra Bintang  Adi Pradana.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Primahaditya Putra Bintang Adi Pradana.

Foto: Humas UMM
Program magang diikuti untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sejumlah mahasiswa berbagai program studi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut serta dalam pelaksanaan magang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersertifikat Batch I di PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), Sulawesi Selatan. Salah satu di antaranya Primahaditya Putra Bintang Adi Pradana.

Baca Juga

Prima mengaku turut mengikuti program tersebut untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Sebab, materi di dalam kelas tidak cukup untuk bekal memasuki dunia kerja. Apalagi. "Karena ke depan, kita semua akan melakukan pekerjaan langsung di lapangan,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum UMM ini.

Prima menceritakan, magang yang berlangsung enam bulan ini telag dimulai dengan pembekalan dari perusahaan. Dia memeroleh materi mengenai magang integrasi dan gambaran umum kondisi kerja. Bahkan, dia mempelajari tentang sikap saat mengambil keputusan.

Setelah pembekalan peserta, Prima akan ditempatkan pada divisi yang sesuai dengan program studi perkuliahan. Prima sendiri saat ini ditempatkan pada divisi Legal Corporate. Bagian imi bertanggungjawab terkait masalah hukum di perusahaan, terutama dalam kawasan industri.

Menurut Prima, kebanyakan kegiatan divisi berkaitan perihal ulasan perjanjian dan  pembuatan surat keputusan. Kemudian informasi terbaru peraturan perseroan khusus kawasan industri BUMN. "Tidak hanya diberi materi saja, akan tetapi juga dikenalkan mengenai kondisi lapang dan cara mengatasinya,” terang pria kelahiran Gresik ini.

Jika dilihat dari aktivitas magang, Prima mengatakan, sebagian besar yang dilakukan sesuai dengan materi di perkuliahan. Hanya saja, ia melanjutkan, semuanya lebih bersifat praktik atau tugas lapang. Di akhir nanti, Prima akan memeroleh penilaian terkait kinerja dan penguasan bidang yang digeluti.

Menurut Prima, hal yang tidak ada di perkuliahan lebih pada  pembuatan perjanjian penggunaan tanah industri. Lalu pembuatan legal opinion dan somasi. "Jadi, benar-benar banyak hal yang saya pelajari di sini,” ujar Prima melalui pesan resmi yang diterima Republika.co.id, Jumat (24/5).

Selain mendapatkan bekal praktik di dunia kerja, peserta magang berintegrasi BUMN ini akan mendapatkan gaji di tiap bulannya. Tidak hanya itu, mereka juga diberi sertifikat tanda partisipasi magang integrasi BUMN. Tanda ini kelak dapat digunakan melamar kerja di perusahaan BUMN.

Asisten Khusus Rektor Bidang Perencanaan dan Pengembangan Kerja sama, UMM, Ratih Juliati, menerangkan, skema magang bersertifikat di UMM sebenarnya telah bekerjasama dengan 142 perusahaan BUMN di bawah Forum Human Capital Indonesia (FHCI). Program ini juga dipastikan tidak akan mengganggu perkuliahan peserta.

Ke depan, UMM merencanakan akan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh dengan metode blended learning atau pembelajaran berbasis dalam jaringan (daring). "Sehingga peserta tetap dapat melanjutkan perkuliahan yang sedang ditempuh," tambah dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA