Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

TV One dan ANTV Diboikot PSSI

Selasa 06 Mar 2012 21:38 WIB

Red: Djibril Muhammad

Saleh Mukadar

Saleh Mukadar

Foto: supporter-indonesia.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - PSSI secara resmi memboikot media televisi nasional yaitu TV One dan ANTV. Karena kedua media televisi milik keluarga Bakrie itu dinilai telah melakukan pemelintiran berita yang terjadi di tubuh federasi sepak bola nasional.

Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Mukadar di Jakarta, Selasa (6/3) mengatakan, salah satu bentuk pemboikotan itu adalah tidak akan menghadiri undangan TV One dalam acara 'Indonesia Lawyer Club'.

"Nanti malam seharusnya saya, Pak Catur dan Pak Finanta Rudy diundang acara itu (ILC), tapi setelah dirapatkan dengan jajaran pengurus lainnya ditetapkan kami memilih datang keundangan yang lain yaitu ke Beritasatu TV," katanya di Kantor PSSI Senayan.

Menurut dia, selama PSSI di bawah kepengurusan Nurdin Halid bersama dengan Nirwan Bakrie, tidak ada kesalahan yang dipublikasikan. Kondisi ini berbalik dengan saat ini. Kedua televisi tersebut selalu menganggap PSSI saat ini selalu salah.

"Masih banyak media yang bisa dipakai. Tetapi meski diboikot, kedua media itu tetap bisa melakukan liputan di sini. Jika dilarang PSSI yang salah. Semuakan ada aturannya," kata mantan manajer klub Persebaya Surabaya itu.

Saleh mengaku, saat ini pihaknya juga masih mengumpulkan bukti-bukti berita kedua televisi nasional itu yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan. Atas masalah tersebut PSSI juga berencana melakukan somasi dan melaporkan ke Komite Penyiaran Indonesia (KPI).

"Sekarang kami masih mengumpulkan bukti-bukti. Setelah semuanya lengkap baru dilakukan langkah selanjutnya," ucap Saleh, menegaskan.

Polemik yang terjadi di tubuh PSSI terjadi sejak awal kepemimpinan Djohar Arifin Husin. Kondisi ini membuat banyak media fokus memberitakan permasalahan yang terjadi mulai masalah kompetisi, tim nasional hingga internal PSSI sendiri.

Kejadian mengejutkan diawal kepemimpinan Djohar Arifin Husin adalah mencopot Alfred Riedl sebagai pelatih timnas senior, meski prestasi yang diraih cukup gemilang. Selanjutnya adalah masalah dualisme kompetisi antara IPL dan ISL.

Setelah itu, polimik di tubuh PSSI terkait dengan pencopotan empat anggota Komite Eksekutif PSSI yaitu Roberto Rouw, La Nyalla Mattalitti, Erwin Dwi Budiawan dan Tony Apriliani. Dan puncaknya adalah kekalahan telak timnas 0-10 dari Bahrain pada Pra-Piala Dunia 2014.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA