Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

214 Sekolah Rusak Akibat Erupsi Kelud

Jumat 07 Mar 2014 15:04 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Muhammad Fakhruddin

Sejumlah siswa SDN 03 Puncu kembali ke sekolah, setelah sempat diliburkan pascaerupsi gunung Kelud, Senin (24/2

Sejumlah siswa SDN 03 Puncu kembali ke sekolah, setelah sempat diliburkan pascaerupsi gunung Kelud, Senin (24/2

Foto: Republika/Bowo Pribadi

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur (Jatim) menyatakan bahwa sedikitnya 214 sekolah yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan rusak akibat erupsi Gunung Kelud, Jatim.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Harun mengakui letusan Gunung Kelud yang terjadi Kamis (13/2) lalu telah membuat sekolah-sekolah yang terdiri dari berbagai jenjang, mulai pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) sederajat, sekolah menengah pertama (SMP) sederajat, sekolah menengah atas (SMK) sederajat mengalami kerusakan. Akibatnya sedikitnya 16.141 siswa terpaksa mengungsi karena sekolahnya tak bisa dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Berdasarkan pemutakhiran data tanggal 21 Februari 2014 lalu, sebanyak 214 sekolah berbagai jenjang mulai PAUD, TK,SD,SMP, dan SMA rusak. Perkiraan kerugian ditaksir mencapai Rp 15.710.337.000,” katanya kepada Republika di kantornya, Jumat (7/3).

Semua perkiraan nominal kerusakan maupun jumlah sekolah yang rusak telah dilaporkan dari bupati atau wali kota masing-masing daerah yang terkena erupsi Gunung Kelud, seperti Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar ke Gubernur Jatim Soekarwo. Kemudian Soekarwo resmi menuliskan surat laporan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia.

“Alhamdulilah kerusakan sekolah tingkat SD sudah diverifikasi. Untuk verifikasi kerusakan sekolah tingkat SMP dan SMA ditargetkan selesai pekan ini supaya segera mendapat penanganan,” ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA