Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wamenhan: Xanana Gusmao Tidak Pernah Bicara Gabung Indonesia

Kamis 09 Oct 2014 16:25 WIB

Red: Erdy Nasrul

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Syafrie Syamsuddin

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Syafrie Syamsuddin

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, meluruskan sejumlah pemberitaan media nasional yang mengklaim bahwa telah mewawancari Perdana Menteri Timur Leste, Xanana Gusmao. Beberapa media tersebut,  menyebut bahwa Xanana  ingin bergabung kembali dengan Indonesia. 

"Saya ingin mengarisbawahi bahwa wacana (pemberitaan) yang disebutkan dalam tagline (media) itu, tidak ada," ujar Sjafrie, di Bandara Ngurah Rai,  Bali, Kamis (9/10).

Ia menyakini hal tersebut, lantaran dirinya selalu mendampingi PM Xanana Gusmao selama berada di Indonesia, dan ketika PM Xanana Gusmao diwawancarai secara door stoop oleh media televisi, Syafrie ada disamping PM Xanana.

Ia mengatakan, kehadiran Xanana diundang TNI,  sebagai Menteri Pertahanan Timor Leste, dalam rangka menghadiri hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang digelar di Surabaya (7/10).

"Saya bantah (pemberitaan), kenapa? Sebab negara  pemerintah Republik Indonesia itu, mengakui
kedaulatan negara Timor Leste sejak awal dia  disahkan sebagai negara yang berdaulat dan Tidak ada pernyataan PM Xanana Gusmao kepada pers soal bergabung ke Indonesia" kata Sjafrie.

Sjafire mengatakan, selama dua hari berada di Indonesia, Xanana dan dirinya  memang terlibat dalam sebuah diskusi intensif. Namum itu, menyangkut soal peningkatan kerjasama dibidang pertahanan dan militer di Timor Leste.

Ia menjelaskan, kerjasama itu adalah tanggung jawab dari negara yang bertetangga. Indonesia, sambung dia, memiliki kepentingan untuk melihat pembangunan di  Timur Leste itu meningkat.  Tidak hanya untuk  kepentingan pertahanan, tapi juga untuk kepentingan ekonomi.

Ia mengatakan, Kementerian Pertahanan Indonesia dan TNI, akan melakukan sebuah program kerjasama guna meningkatkan  kapasitas organisasi dari perwira, bintara, dan tantama Tentara Timor Leste (FFDTL).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA