Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Puluhan Ribu Buruh akan Datangi Istana Negara Selasa Mendatang

Sabtu 29 Agu 2015 17:23 WIB

Rep: C34/ Red: Bayu Hermawan

Demo buruh  (ilusrasi)

Demo buruh (ilusrasi)

Foto: Republika/WIhdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selasa (1/9) mendatang, puluhan ribu buruh berencana menggelar aksi di ibu kota. Aksi itu juga akan digelar serentak di sejumlah provinsi di Indonesia.

Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN) Iwan Kusmawan menginformasikan, 50.000 buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI-AGN), dan Konferensi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) akan berpartisipasi dalam aksi damai tersebut.

"Jumlah itu berasal dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sementara partisipan yang berdemo di provinsi-provinsi lain diperkirakan masing-masing jumlahnya 10.000 buruh," ungkap Iwan kepada Republika, Sabtu (29/8).

Iwan menjelaskan, rencananya para buruh akan mulai mendatangi Bundaran HI, Jakarta, sejak pukul delapan pagi. Setelah semuanya berkumpul, para buruh akan berjalan menuju Monumen Nasional dan Istana Presiden.

Ketiga konfederasi yang berpartisipasi, termasuk SPN di dalamnya, telah merumuskan sejumlah tuntutan yang diusung melalui aksi tersebut. Total terdapat delapan tuntutan yang diinginkan para buruh.

Sejumlah tuntutan itu termasuk mendesak pemerintah menurunkan harga sembako dan BBM, menolak PHK, menolak tenaga pekerja asing yang tak bisa berbahasa Indonesia, menaikkan upah minimum 2015, serta merevisi sejumlah regulasi yang mengatur jaminan pensiun, pelayanan kesehatan, penyelesaian perselisihan hubungan industri, dan keselamatan kerja.

"Menurut informasi, nanti akan diterima oleh Sekretaris Kabinet dan Deputi 4," kata Iwan.

Ia melanjutkan, aksi itu diharapkan berlangsung aman dan kondusif. Panitia buruh telah mengimbau para demonstran untuk menjalankan aksi dengan damai dan tertib.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA