Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

'Demi Allah! Kabut Asap Ini Sudah seperti Genosida'

Selasa 06 Oct 2015 07:25 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Esthi Maharani

Asap di Pekanbaru makin pekat akibat kebakaran hutan.

Asap di Pekanbaru makin pekat akibat kebakaran hutan.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Riau kembali harus berjibaku dengan pekatnya asap yang menyesakkan. Tingkat kepekatannya bahkan empat kali lipat dari sebelumnya.

"No electrik, No School, No flight, No Oxygen. Demi Allah, ini terasa seperti Genosida," ujar warga Riau, Afni Zulkifli kepada Republika.co.id

Afni geram dengan lambatnya tindakan pemerintah, menurutnya ini sama saja sedang membunuh 6,3 juta warga Riau.

Mereka hanya diberikan masker kue, bukan masker standar sesuai status tanggap darurat bencana. Saat ini kualitas udara bukan lagi berbahaya, tetapi parahnya merusak hingga membunuh.

"Partikel berbahaya ini sudah dua bulan dihirup seluruh warga tanpa henti selama 24 jam hari setiap hari. Hingga saat ini telah 55 ribu warga bertumbangan akibat asap pekat ini," katanya.

Mereka yang jatuh sakit dan tewas diantaranya adalah balita dan orang tua. Dia berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi untuk masalah yang akan membuat mereka mati secara perlahan-lahan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA