Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Berita Menteri Rini Terkait Korupsi Pejabat Cina Dihapus

Rabu 13 Apr 2016 19:05 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Teguh Firmansyah

Menteri BUMN Rini Soemarno

Menteri BUMN Rini Soemarno

Foto: Republika/ Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laman web Brudirect.com yang memberitakan keterkaitan Menteri BUMN, Rini Soemarno, dengan kasus korupsi pejabat Cina dihapus.

Dalam laman situs tersebut muncul pernyataan klarifikasi dari admin atau pengelola website yang menyatakan pemberitaan terkait pernyataan kasus korupsi dua pejabat tinggi Cina sebelumnya tidak dibuat oleh Brudirect.com dan Reuters.com.

"Berkenaan dengan tampilan artikel di bagian kanal internasional, kami ingin mengklarifikasi artikel tersebut tidak dibuat oleh Brudirect.com dan Reuters. Website kami baru-baru ini mengalami gangguan pada MySQL awal pekan ini, yang menyebabkan artikel tersebut muncul di laman website kami. Kami masih dalam proses membersihkan yang menyebabkan kesalahan itu. Kesalahan ini sangat disayangkan," tulis laman situs Brudirect.com, Rabu (13/4).

(Baca Juga: Rini Soemarno Mengaku Difitnah Namanya Disebut di Kasus Korupsi Cina)

Sebelumnya beredar pemberitaan dari Brudirect.com yang menyebutkan Menteri BUMN, Rini Soemarno mendapatkan transfer dana 5 juta dolar AS. Dana tersebut dianggap menjadi fee dalam proyek kereta api cepat di Indonesia oleh perusahaan kereta api Cina, China Rail Way Construction Limited.

Dari pengakuan Ji Wenlin, ia mengatur agar perusahaan kereta api Cina itu melakukan transfer dana tersebut. Keduanya mengungkapkan hal itu dalam pemeriksaan terkait masalah korupsi yang menjerat mereka.

Namun Menteri Rini langsung membantah hal ini. Menurut dia, pemberitaan itu merupakan fitnah terhadap dirinya.

Baca juga, Rini Perusahaan Inggris Tawari Pinjaman ke Indonesia Rp 134 Triliun.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA