Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Komunitas Keberatan Game Online Disebut Pemicu Kekerasan

Rabu 20 Apr 2016 20:24 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Ilham

Game Online menjamur

Game Online menjamur

Foto: dewiruu.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merilis adanya 15 permainan daring (game online) yang dinilai berbahaya bagi mental anak-anak. Alasannya, menurut penelitian Iowa State University, bermain game online tersebut selama 20 menit saja akan mematikan rasa empati.

Namun, hal itu ditampik Ketua Umum Indonesia e-Sport Association (IeSPA) Eddy Lim. Menurutnya, penelitian itu terlalu terburu-buru dalam menghubungkan secara kausal antara tindak kekerasan dan muatan game online.

“Anda pernah main (game online) Counter Strike enggak? Waktu Anda lagi main, apa yang ada di pikiran Anda? Karakter agar berdarah-darah atau mikirin bagaimana caranya agar lawan bisa saya tembak?” kata Eddy Lim saat dihubungi, Rabu (20/4). (15 Game Ini Berbahaya untuk Anak-Anak).

Pria yang juga pendiri komunitas gamers LigaGame ini menyamakan game online dengan olahraga memanah. Sebab, menurut dia, game online sendiri bisa dikategorikan sebagai olahraga digital (e-sport). Di samping itu, ada banyak kompetisi game online tahunan, baik secara nasional maupun internasional, yang bertujuan untuk meningkatkan ketangkasan dan menoreh prestasi.

“Misalnya Anda olahraga panahan. Yang ada di pikiran Anda kan bagaimana supaya (ketika ada) angin dari samping kiri, Anda memanah agak dari kanan. Terus apa dengan begitu Anda mau tembak orang (sungguhan)? Kita bicara yang benar lah,” ujar dia.

Dia bahkan meragukan kriteria ilmiah dari hasil penelitian yang menghubungkan game online sebagai penyebab meningkatnya jumlah pelaku kekerasan. Dia meminta publik untuk memerhatikan konteks dari sebuah kasus kekerasan.

“Karena kejadian di Amerika kan, mahasiswa nembak orang. Karena mahasiswa itu psycho (psikopat), maka dihubung-hubungkan kan? Gara-gara ia main game online, dia nembak orang. Padahal, sebenarnya memang mahasiswanya itu yang psycho. Dia mau main game kek, tetap mau nembak orang,” jelasnya.

Adapun daftar 15 game online yang dinilai negatif oleh Kemendikbud, yakni:

  • World of Warcraft
  • Grand Theft Auto (GTA)
  • Call of Duty
  • Point Blank
  • Cross Fire
  • War Rock
  • Counter Strike
  • Mortal Combat
  • Future Cop
  • Carmageddon
  • Shelshock
  • Raising Force
  • Atlantica
  • Conflict Vietnam
  • Bully



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA