Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

Kepala BKKBN: Kita Sudah Lama Lupakan Pembangunan Manusia

Kamis 28 Jul 2016 10:08 WIB

Red: Achmad Syalaby

 Pelantikan Kepala BKKBN: Kepala BKKBN yang baru Surya Chandra Surapaty (kiri) didampingi istri mendapat ucapan selamat usai pelantikan di Kantor BKKBN, Jakarta, Selasa (26/5).

Pelantikan Kepala BKKBN: Kepala BKKBN yang baru Surya Chandra Surapaty (kiri) didampingi istri mendapat ucapan selamat usai pelantikan di Kantor BKKBN, Jakarta, Selasa (26/5).

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID,KUPANG — Indonesia disebut sudah terlalu lama melupakan pembangunan manusia. Di sisi lain, negara tetangga sudah merencanakan generasinya sejak lahir. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty menjelaskan, besarnya jumlah penduduk Indonesia belum diikuti kualitasnya yang baik. 

“Kita sudah terlalu lama melupakan pembangunan manusia. Padahal Korea Selatan yang sebelumnya kumuh pada 1960 bisa bangkit karena membangun manusianya dari hamil,”kata Surya saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional “Upaya Membangun Karakter Bangsa Melalui Penyiapan Generasi Muda yang Berdaya Saing dan Mewujudkan Indonesia Sehat” di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (28/7).

Dia menjelaskan,  jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar memang belum diikuti dengan kualitas yang baik. Laporan Pembangunan Manusia 2015 yang dikeluarkan oleh UNDP menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia sebesar 0,684.

Dengan nilai IPM tersebut, Indonesia termasuk ke dalam kategori pembangunan manusia menengah. Indonesia hanya berada pada peringkat ke-110 dari 188 negara dan peringkat ke-5 di antara 10 negara anggota ASEAN. 

IPM  merupakan hasil perhitungan yang didapatkan dari empat indikator, yaitu angka harapan hidup (68,9 tahun), harapan lama sekolah (13,0 tahun), rata-rata lama sekolah penduduk berusia 25 tahun ke atas (7,6 tahun), dan pendapatan nasional bruto per kapita sebesar 9.788 dolar AS. 

"Semua ini berarti kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih jauh dari yang diharapkan karena IPM merupakan indikator penting yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk) di suatu negara/wilayah,”kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA