Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Binatang Kelaparan, Kebun Binatang Bandung Diminta Ditutup

Jumat 29 Jul 2016 13:50 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Teguh Firmansyah

Tim dokter gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat memeriksa makaw di kebun binatang Bandung, Jl Taman Sari, Kota Bandung, Jumat (13/5).

Tim dokter gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat memeriksa makaw di kebun binatang Bandung, Jl Taman Sari, Kota Bandung, Jumat (13/5).

Foto: Dede Lukman Hakim

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Salah satu LSM pecinta satwa, Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group menggelar aksi demo di pintu masuk Balai Kota Bandung, Jumat (29/7). Dalam aksinya mereka menuntut ditutupnya Kebun Binatang Bandung yang dianggap tidak merawat satwa dengan layak.

Tim investigasi Scorpion, Marison Guciano mengatakan pihak Kebun Binatang Bandung telah lalai merawat satwa dengan baik. Pasalnya banyak satwa yang kelaparan dengan kondisi kandang memprihatinkan. "Demo ini kita meminta Kebun Binatang Bandung ditutup karena kami menilai banyak satwa kelaparan dan dalam kondisi tidak terawat," kata Marison kepada Republika.co.id, Jumat (29/7).

Marison menuturkan ketidakbecusan pengelola merawat binatang sudah dibuktikan dengan kematian gajah bernama Yani beberapa waktu lalu. Namun setelah kematian Yani, kondisi Kebun Binatang Bandung dinilai tetap tidak berubah.

Marison mengatakan pihaknya mengawasi kebun binatang yang terletak di Jalan Taman Sari secara rutin seminggu sekali. Berdasarkan pantauan itu, beberapa hewan dalam kondisi kurus hingga terlihat kelaparan. Kandang sebagai tempat tinggal satwa milik negara tersebut juga tidak layak karena sangat kotor.

"Memang kita pantau seminggu sekali dalam dua bulan terakhir ini Kita temukan banyak satwa menderita, kelaparan, kondisi tidak layak," ujarnya.

Baca juga, Gajah Yani di Kebun Binatang Bandung Mati.

Ia menuturkan pihaknya menemukan beruang madu yang sangat kurus. Beruang madu ini memakan makanan ringan berupa chiki yang dilemparkan pengunjung. Padahal seharusnya makanannya adalah buah-buahan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA