Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Soal Serbuan TKA Cina dan Ancaman Komunis, Ini Kata Panglima TNI

Rabu 28 Dec 2016 18:50 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Bayu Hermawan

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berpidato dalam diskusi akhir tahun Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Jakarta, Rabu (28/12).

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berpidato dalam diskusi akhir tahun Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Jakarta, Rabu (28/12).

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo angkat bicara soal isu serbuan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina serta kabar kembali munculnya PKI di masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam diskusi akhir tahun yang diselenggarakan Forum Komunikasi Alumni IMM di PP Muhammadiyah, Rabu (28/12).

Panglima TNI mengingatkan berbagai ancaman keamanan dari luar dan dalam negeri yang terus mengintai Indonesia. Terkait isu masuknya TKA asal Cina dan bangkitnya komunisme, Jendral Gatot menegaskan informasi itu dibuat untuk mengaburkan permasalahan utama bangsa Indonesia.

"Pemerintah telah mengonfirmasi terkait informasi ini. Dan kalau yang namanya Komunis, TNI sudah paham dan tanpa perlu dikomando akan mengantisipasi hal itu," kata Panglima TNI.

Gatot menilai memang informasi yang berkembang sengaja dibelok-belokkan agar publik beralih pada isu ini, dan abai pada masalah serta ancaman utama bangsa Indonesia. Ia berkaca pada kasus Suriah yang kini porak poranda karena masyarakatnya terbelah akibat tujuan politik, berujung pada konflik sektarian.

Panglima TNI menegaskan ancaman utama Indonesia kini adalah kekuatan luar yang tidak ingin bangsa ini menjadi bangsa besar dan berjaya. Diantaranya kekuatan geopolitik antara negara-negara persemakmuran di Asia Tenggara dan Australia, Sengketa LAut Cina Selatan dan Terorisme global. 

Karena itulah akhirnya publik di dalam negeri hanya disibukkan dengan berbagai isu domestik. Seperti keinginan 'Penjarakan Ahok' yang walaupun itu adalah suara ummat Islam, tapi setelah itu ada pihak yang ingin melengserkan pemimpin negara.

"Itu sudah pasti isu dari luar," ucapnya.

Banyak pihak tidak sadar bahwa pihak luar sudah bermain. Karena itu bagaimana cara mengatasinya. "Tidak ada cara lain, Bhinneka tunggal ika adalah kunci pemersatu bangsa," ujar Gatot.

Elemen bangsa yang bersatu. "Kalau tidak ada Islam, bukan indonesia. kalau tidak ada Kristen bukan Indonesia. Kalau tidak ada Hindu bukan Indonesia. Kalau tidak ada Budha dan Konghucu bukan Indonesia. Karena itulah perlu bersama merawat indonesia. Jadi indonesia milik kita bersama," tegasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA