Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Kementan: Beras Indonesia Murah

Rabu 25 Jan 2017 17:16 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Angga Indrawan

 Pekerja menyusun karung beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Senin (2/1).

Pekerja menyusun karung beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Senin (2/1).

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga beras di Indonesia menjadi yang termurah dibandingkan Vietnam, Thailand dan India. Rata-rata harga beras di tanah air berada di Kisaran Rp 10.150 per kilogram (kg).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Hari Priyono mengatakan, harga beras tertinggi hingga 23 Januari 2017 di Pasar lnduk Beras Cipinang dan beberapa pasar adalah Rp 13.500 per kg, sementara harga terendah Rp 6.800 per kg.

Harga tersebut lebih rendah dibanding negara lain seperti Vietnam. "Harga beras di negara tersebut terendahnya Rp 6.097 per kg," katanya melalui siaran pers, Rabu (25/1),   

Sedangkan untuk harga tertingginya mencapai Rp 18.292 per kg. Itu artinya jika dirata-rata, harga beras di Vietnam mencapai Rp 12.195 per kg. Begitu juga dengan produsen beras lainnya. Harga beras di Thailand terendah sebesar Rp 10.585 per kg dengan harga tertinggi Rp 10.837 per kg. Rata-rata harga beras di Negara Gajah Putih tersebut sebesar Rp 10.711 per kg.

Sedangkan harga beras di India terendah adalah Rp 11.056 per kg dengan harga tertinggi Rp 11.125 per kg. Rata-rata harga beras di India sekitar Rp 11.091 per kg. Dari harga tersebut, kata dia, harga beras di Indonesia masih lebih murah dibandingkan harga beras di tiga negara Thailand, Vietnam dan India. Bahkan rata-rata harga beras di Korea dan Jepang mencapai lebih dari Rp 30 ribu per kg.

Menurutnya harga beras Rp 12 ribu per kg dianggap wajar. Harga tinggi tersebut diakuinya karena adanya margin pengangkutan dan perdagangan yang mencapai 50-60 persen. "Karena middle man yang terlalu banyak," katanya.

Baca juga: Yusril: Wajar Grasi untuk Antasari

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA