Monday, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 February 2019

Monday, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 February 2019

Gubernur Bali dan Pakaian Raja Salman

Rabu 15 Mar 2017 04:20 WIB

Red: Agus Yulianto

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz

Foto: Reuters/Gary Cameron

REPUBLIKA.CO.ID,  Bagi Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, pakaian yang digunakan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud yang berwisata ke Bali pada 4-12 Maret 2017 itu menunjukkan kekhasan suatu tokoh negara yang patut diteladani. Karena itu, saat mengantar kepulangan Raja Salman (12/3) di Bandara Ngurah Rai, Ia pun mengenakan pakaian raja juga (pakaian adat/tradisional Bali, red).

Dalam pertemuan dengan awak media di ruang pertemuan Biro Humas dan Protokoler Pemprov Bali, mantan Kapolda Bali itu mengaku, kalangan tertentu memprotes pakaian adat Bali yang dikenakan saat mengantar sang raja itu. "Saat itu, semua pejabat memang mengenakan drescode, pakai jas, tapi saya justru mengenakan pakaian Raja Bali, karena saya juga ingin menghormati tradisi Raja Bali dengan menunjukkan kepada Raja Salman," tutur gubernur dua periode itu.

Meski diprotes kalangan tertentu, dirinya tetap merasa percaya diri. "Pariwisata itu intinya membuat orang nyaman berada di daerah kita, karena Bali itu juga dikenal dengan budaya-nya, maka saya menghormati budaya sini dengan mengenakan pakaian itu," tukasnya.

Ketika menjamu para awak media untuk makan bersama itu, Gubernur Mangku Pastika yang juga putra kelahiran Buleleng, Bali itu menyatakan, kedatangan Raja Salman ke Bali memberi manfaat yang cukup besar untuk dunia pariwisata di Pulau Dewata. Dampaknya, ungkap dia, cukup besar untuk pariwisata Bali.

"Karena secara finansial bisa saja dihitung setiap orang mengeluarkan dana Rp 10 juta per hari, lalu dikalikan 1.500 orang dan dikalikan sembilan hari, tentu triliunan. Belum lagi sewa mobilnya dan keperluan lainnya," kilahnya.

Lulusan terbaik di Akabri Kepolisian (1974) itu menegaskan, bahwa dirinya tidak memanfaatkan kedatangan Raja Salman untuk kepentingan investasi ekonomi di provinsi yang dipimpinnya. "Saya tidak ingin mengganggu Raja Salman dengan kepentingan lain, karena beliau datang memang untuk berlibur, maka kewajiban kita hanya membuat dia nyaman dan suka dengan Bali. Kalau raja merasa nyaman saja sudah lebih dari cukup," ungkapnya.

Bahkan, ia akan melakukan kajian untuk mendorong kunjungan masyarakat Timur Tengah untuk berwisata ke Bali. "Kunjungan wisata Raja Salman itu menjadi momentum bagi kita untuk menarik wisatawan Timur Tengah ke Bali. Kalau Raja Salman saja senang, apalagi rakyatnya," urainya.

Oleh karena itu, Gubernur Mangku Pastika berencana melakukan evaluasi sejumlah objek wisata pasca-wisata Raja Salman itu. "Kita perlu benahi infrastruktur ke lokasi wisata, kita perlu evaluasi hotel dengan belajar pada hotel yang ditempati Raja Salman, dan objek wisata yang ada juga dibenahi, misalnya pantainya harus bersih dan hijau," ucapnya.

Tidak hanya itu, tokoh peraih penghargaan "Officer of the Order of Australia" atau AO (2003) itu mengharapkan generasi muda Bali menata dirinya dengan kepandaian dalam berbahasa asing dan berkomunikasi yang baik untuk "menjual" pariwisata Bali kedepan secara lebih menjanjikan lagi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES