Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Jokowi: Perfilman Indonesia Kekurangan Kru

Kamis 29 Mar 2018 03:35 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan seusai menonton filmYowis Ben di Malang Town Square (Matos), Rabu malam (28/3).

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan seusai menonton filmYowis Ben di Malang Town Square (Matos), Rabu malam (28/3).

Foto: Wilda Fizriyani/REPUBLIKA
Kekurangan ini segera diisi, termasuk dari lulusan SMK jurusan perfilman.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan informasi bahwa Indonesia mengalami kekurangan kru dalam pembuatan film. Padahal, film, jumlah bioksop, dan penonton mengalami lonjakan tinggi selama dua tahun terakhir.

Menurut Jokowi, gedung bioskop mengalami perkembangan hingga 50-an persen. Kemudian, jumlah pembuatan film yang masuk ke bioskop mencapai 40-an persen. Hal ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya bisa mendapatkan angka 10-an persen.

"Itu loncatan bagus selama dua tahun terakhir," kata mantan gubernur Jakarta ini menegaskan setelah menonton film Yowis Ben di Malang Town Square (Matos), Rabu (28/3) lalu.

Meski mengalami perkembangan bagus, Jokowi menyatakan, Indonesia justru masih kekurangan kru film. Kekurangan ini, kata dia, harus segera diisi, termasuk dari lulusan SMK jurusan perfilman.

Sebagai informasi, saat ini Indonesia memiliki 120-an SMK yang tersebar di sejumlah daerah. Dari angka itu, baru 18 SMK yang telah direvitalisasi. Sekolah-sekolah ini, termasuk jurusan perfilman, masih harus diperbaiki pada bidang sarana dan prasarana serta meningkatkan kualitas gurunya.

"Kalau seperti ini, kekurangan kru dapat bisa diisi secepatnya. Dan ini sudah disampaikan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)," kata Jokowi menerangkan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA