Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Mensos Dukung Shamsi Ali Bangun Pesantren di New York

Jumat 20 Apr 2018 00:47 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Gita Amanda

Ustaz Shamsi Ali.

Ustaz Shamsi Ali.

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Shamsi Ali dinilai punya misi mengubah pandangan masyarakat AS terhadap Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menyatakan dukungannya atas inisiatif tokoh Islam asal Indonesia di New York, Amerika Serikat (AS), Shamsi Ali yang mendirikan pesantren di kawasan megapolitan dunia itu. Mensos menganggap Shamsi adalah duta besar tak resmi bagi Indonesia dan umat Islam Indonesia, di pusat perekonomian dunia itu.

"Sebagai duta, Ustaz Shamsi punya misi mengubah citra atau pandangan masyarakat Amerika dan dunia tentang Islam. Juga mempromosikan Islam Indonesia yang rahmatal lil alamin (Islam menjadi rahmat seluruh alam)," kata Mensos, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (19/4) seperti dalam keterangan yang diterima Republika.co.id.

Terkait dengan syiar Islam itu, Mensos melihat ada instrumen yang bisa digunakan yakni dengan pembangunan pesantren yang diinisiasi Ustaz Shamsi. Sehingga ia mendukung pendirian pesantren tersebut, baik secara pribadi maupun sebagai Menteri Sosial. Ia berharap, pembangunan pesantren bisa secepatnya terwujud dan dapat dilaksanakan dengan baik.

Di tempat yang sama, Shamsi Ali menyatakan, AS bisa menjadi wahana perjuangan untuk mempromosikan wajah Islam sesungguhnya. Indonesia bisa menjadi contoh Islam yang damai, Indonesia adalah contoh keragaman yang tidak dipaksakan.

"Islam yang merangkul," kata Imam di Islamic Center of New York ini.

Indonesia juga bisa menjadi contoh yang baik di mana Islam sebagai mayoritas menjaga minoritas, dan keragaman. Wajah Islam di Indonesia yang ramah telah menghapus stigma Islam sebagai teroris dan pelanggar hak asasi manusia (HAM). Inilah menurut Shamsi Ali, keunikan Islam di Indonesia yang bisa menjadi contoh yang baik di Amerika Serikat.

Menurutnya, saat ini pihaknya membutuhkan dana sekurangnya Rp 100 miliar untuk mewujudkan cita-cita itu. Bersama sejumlah pihak, ia sedang berupaya menggalang donasi dari warga Indonesia.

"Untuk itu kami harus berkoordinasi dengan Kemensos karena pembukaan donasi seperti ini kan butuh legalitas. Kami harap nanti cita-cita mewujudkan pesantren Indonesia di sana bisa menjadi kenyataan," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA