Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Hari ini, Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Korban Lion

Sabtu 10 Nov 2018 19:06 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Nashih Nashrullah

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya, Muhammad Syaugi (kedua kanan)

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya, Muhammad Syaugi (kedua kanan)

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Total 198 kantong jenazah yang ditemukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan SAR Nasional (Basarnas) memutuskan menghentikan operasi pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat. Keputusan diambil setelah dilakukan evaluasi hasil pencarian korban selama tiga hari masa perpanjangan operasi.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengatakan, penghentian pencarian korban dilakukan  berdasarakan hasil evaluasi dan analisa tim SAR yang baru saja dilakukan secara internal.

Di menjelaskan, berdasarkan evaluasi, peninjauan ke lokasi, rapat staf, dan masukan dari berbagai pihak, pada Jumat (9/11) hanya menemukan satu kantong jenazah hanya pada pagi hari sementara sampai sore hingga malam nihil tak ditemukan korban. 

“Hari ini tadi kami cek ke lapangan sampai saat ini juga nihil. Jadi berdasarkan pantauan tersebut, kami dari tim SAR Basarnas pusat mengambil keputusan bahwa operasi SAR ini secara terpusat disudahi atau ditutup hari ini," terang Syaugi di Jakarta, Sabtu (10/11).

Namun, tim  SAR Jakarta dan tim SAR Bandung akan tetap melaksanakan operasi pencarian apabila masih ada informasi baik itu dari nelayan atau siapapun juga yang menemukan ada korban di daerah tersebut. 

"Kantor SAR Jakarta maupun Bandung siap melaksanakan tugas tersebut. Mereka siaga 24 jam, tidak berhenti, meskipun secara terpusat ditutup," kata Syaugi sembari mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak termasuk tim SAR gabungan. 

Sampai hari ini Basarnas sudah menyerahkan 196 kantong jenazah. Dia berharap mudah-mudahan dengan 196 kantong jenazah ini bisa 189 teridentifikasi. 

Dia mengakui, pihaknya tentu bukan sempurna jadi pasti ada kekurangan dan tugas selanjutnya tim dari KNKT akan terus melanjutkan tugasnya  mencari CVR. 

“Tentunya bersinergi dan kami dukung dari Basarnas dengan 10 orang penyelam andal untuk bisa menyelesaikan tugas dari KNKT," ucap Syaugi.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA