Rabu, 20 Rajab 1440 / 27 Maret 2019

Rabu, 20 Rajab 1440 / 27 Maret 2019

Tak Hanya Jaga Perbatasan, TNI Juga Jadi Guru Dadakan

Senin 10 Des 2018 09:18 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Sejumlah prajurit TNI Yonif Raider 700 bersiap saat pemberangkatan pasukan TNI penjaga perbatasan RI-Papua Nugini di Pelabuhan Sukarno-Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/6). (Antara/Yusran Uccang)

Sejumlah prajurit TNI Yonif Raider 700 bersiap saat pemberangkatan pasukan TNI penjaga perbatasan RI-Papua Nugini di Pelabuhan Sukarno-Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/6). (Antara/Yusran Uccang)

Foto: Antara/Yusran Uccang
Menjadi guru bantu di SD YPK Skofro mulai dilakukan Selasa pekan lalu,

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA—  Sejumlah prajurit TNI dari Yonif PR 328/DGH menjadi guru untuk mengajar di SD YPK Skofro, Kabupaten Keerom, Papua, yang merupakan perbatasan Republik Indonesia dengan Pupua Nugini (RI-PNG). 

Danpos Skofro Yonif PR 328/DGH, Letda Inf Ahkmad Mukti ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Ahad (9/10) mengatakan, menjadi guru untuk mengajar muatan lokal bercocok tanam merupakan insiatif dari pihaknya sebagai satuan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG. 

"Kami melihat salah satu kendala yang dihadapi sejumlah sekolah di perbatasan adalah kurangnya tenaga guru atau tenaga didik, sehingga kami di Pos Skofro berinisiatif untuk membantu di SD YPK Skofro," katanya. 

Menjadi guru bantu di SD YPK Skofro mulai dilakukan Selasa pekan lalu dengan materi penanaman tumbuhan singkong dan keladi kepada murid-murid di SD tersebut. 

"Saya bersama delapan personel langsung membantu untuk mengajar materi muatan lokal yakni berocok tanam. Tanaman keladi dan singkong yang kami ajarkan tanam kepada murid-murid SD YPK Skofro yang mengikuti dengan antusias," kata Ahkmad. 

Kepala SD YPK Skofro, Dorce (48) mengatakan, pihaknya mempunyai tujuh orang guru di antaranya lima ASN dan dua tenaga honorer, namun ketujuh guru tersebut tidak dapat semuanya hadir karena tugas dan tanggung jawab yang berbeda dan lokasi tinggal yang sangat jauh dari sekolah. 

Sedangkan kelas yang tersedia dari kelas 1 sampai kelas 5 dengan masing-masing jumlah murid sebanyak 15 orang. "Kami ucapkan banyak terima kasih kepada personel Satgas, yang mau membantu kegiatan mengajar di SD YPK Skofro. Di sini kami sangat kekurangan guru yang bisa mengajar murid-murid sehingga banyak kendala yang dihadapi pada saat proses belajar mengajar," katanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA