Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Peran Aktif Pekerja Sosial dalam Bencana Kejiwaan

Ahad 06 Jan 2019 14:17 WIB

Rep: Hiru Muhammad/ Red: Satya Festyiani

Penderita gangguan kesehatan jiwa perlu berkonsultasi serius agar bisa segera mendapat bantuan.

Penderita gangguan kesehatan jiwa perlu berkonsultasi serius agar bisa segera mendapat bantuan.

Foto: pexels
Parpol harus menyiapkan jalan keluar bagi calegnya apabila mengalami kekalahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pekerja sosial dalam penanganan bencana alam di tanah air sebaiknya harus banyak dilibatkan tidak hanya setelah bencana, namun juga pendampingan para korban untuk jangka panjang. Biasanya masalah sosial baru muncul beberapa waktu setelah musibah terjadi. Pekerja sosial yang ada saat ini belum spesifik, termasuk dari organisasi sosial sekalipun. 

"Relawan bukanlah pekerja sosial," kata Profesor Adi Fahrudin, di sela seminar International Conference on Social Work in Health and Mental Health, yang diselenggarakan FISIP Universitas Muhammiadiyah Jakarta, Sabtu (5/1). Menurutnya, pekerja sosial adalah mereka yang dibayar secara profesional sesuai dengan pendidikannya sebagai pekerja sosial. Sedangkan relawan hanya mereka yang bekerja secara sosial yang terkadang hanya bekerja saat musibah terjadi. Bahkan terkadang mereka bekerja tidak sesuai dengan ketrampilannya dan setelah kondisi normal mereka segera pergi. 

Tanpa disadari, permasalahan kesehatan jiwa di Indonesia kini sangat besar dan menimbulkan beban kesehatan yang signifikan. Data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi ganggunan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 14 juta orang atau 6 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400 ribu orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk.

Adi juga mengakui usai Pemilu presiden dan legislatif mendatang diperkirakan akan muncul caleg yang mengalami gangguan kejiwaan karena gagal terpilih menjadi anggota legislatif. Karena itu partai politik (Parpol) diminta mengantisipasi hal tersebut dengan memberikan jalan keluar yang terbaik. 

Kegagalan mencapai ambisi bagi seorang caleg dapat menimbulkan stres, depresi ataupun gangguan kejiwaan. Hal itu bisa disebabkan karena saat mengikuti pemilihan legilatif, seorang caleg telah menghabiskan banyak biaya untuk mengikuti pemilihan. Bahkan tidak sedikit biaya tersebut merupakan hutang pinjaman yang harus segera dikembalikan. 

Parpol harus menyiapkan jalan keluar bagi calegnya apabila mengalami kekalahan. Jalan keluar bisa berupa pelatihan atau briefing, pendampingan tenaga psikiater atau pekerja sosial dan lainnya. Sehingga ada persiapan mental dalam menghadapi situasi apapun, termasuk bagi mereka yang menang agar tidak gembria secara berlebihan. "Jadi perlu ada release tension agar tidak mengalami kekecewaan yang berlarut-larut," kata Adi. 

Peranan pekerja sosial di bidang kesehatan kini  tidak hanya di rumah sakit saja. Melainkan telah meliputi aspek pencegahan, perawatan, pemulihan dan pengembangan. Perannya mencakup bidang pekerjaan sosial kesehatan yang semakin meluas. Seperti praktek pekerjaan sosial dalam promosi organ donor dan transplantasi, pekerjaan sosial onkologi, pekerjaan sosial bencana, pekerjaan sosial geriatrik dan perawatan demensia, pekerjaan sosial paliative and hospis, pekerjaan sosial militer dan kesehatan veteran, pekerjaan sosial forensik, dan berbagai isu kesehatan lain terutama bagaimana menjadikan masyarakat sehat dan masyarakat penyayang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA