Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Dua Pekan Hilang Kontak, KMT Namse Bangdzhod Terus Dicari

Jumat 11 Jan 2019 17:28 WIB

Red: Agus Yulianto

 Distrik Navigasi Tanjung Priok dan Distrik Navigasi Semarang juga telah ikut memantau gerak KMT Namse Bangdzhod melalui Vessel Traffic Services (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP) sepanjang pantai utara pulau Jawa.

Distrik Navigasi Tanjung Priok dan Distrik Navigasi Semarang juga telah ikut memantau gerak KMT Namse Bangdzhod melalui Vessel Traffic Services (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP) sepanjang pantai utara pulau Jawa.

Foto: Foto: Humas Ditjen Hubla
Wilayah pencarian kapal diperluas dari Selat Sunda sampai ke Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ditjen Perhubungan Laut terus mengintensifkan pencarian Kapal MT (KMT) Namse Bangdzhod. Sudah dua pekan terakhir, kapal bermuatan minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang bertolak dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada 27 Desember 2018, belum juga ditemukan. 

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) kelas I Tanjung Priok pun mengerahkan kembali kapal patroli KPLP untuk meneruskan pencarian KMT Namse Bangdzhod yang dilaporkan hilang kontak itu.

"Hari ini (11/1) hingga 2 hari ke depan, kami mengerahkan kapal-kapal patroli KPLP yaitu KNP Trisula, kNP Celurit, KNP Golok, KNP Jembio, KNP 348, KNP 204, dan KNP 201," ujar Kepala Seksi Operasi Pangkalan PLP Tanjung Priok, Capt Pujo Kurnianto, dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Jumat (11/1).

photo

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok mengerahkan kapal patroli untuk meneruskan pencarian KMT Namse Bandzhod yang dilaporkan hilang kontak sejak dua pekan lalu. (Foto: Humas Ditjen Hubla)

Wilayah pencarian kapal itu, kata Pujo, diperluas dari Selat Sunda sampai ke Semarang berdasarkan data dari Marine Traffic. "Hari ini, KNP Jembio bergerak ke laut untuk berpatroli rutin sekaligus mencari KMT Namse Bangdzhod," ujarnya.

Pujo juga meminta dukungan dari semua pihak dengan tidak menduga-duga alasan serta penyebab kapal tersebut hilang kontak dan belum ditemukan hingga saat ini. "Tentunya, kami pastikan bahwa pencarian kapal tersebut masih terus dilakukan dan kiranya perlu dukungan dari semua pihak agar sama-sama menunggu laporan hasil pencarian kapal tersebut secara resmi sehingga informasinya jelas dan tidak bias," ucap Pujo.

Adapun Distrik Navigasi Tanjung Priok dan Distrik Navigasi Semarang juga telah ikut memantau gerak KMT Namse Bangdzhod melalui Vessel Traffic Services (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP) sepanjang pantai utara pulau Jawa. Namun, sampai saat ini, masih belum ada laporan keberadaan kapal tersebut.

Sebelumnya, kapal bermuatan minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang bertolak dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada 27 Desember 2018 lalu dilaporkan hilang kontak saat pelayarannya menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

Kapal MT Namse Bangdzhod dengan GT 1128 merupakan kapal berbendera Indonesia yang dioperasikan oleh PT Surabaya Shipping Lines dan dinakhodai Muhammad Asdar Wijaya dengan jumlah anak buah kapal (ABK) sebanyak 11 orang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA