Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Kiat Hidup Sehat Ala Mahatir Mohammad

Jumat 11 Jan 2019 18:19 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Mahatir Mohammad mengucapkan sumpah sebagai Perdana Mentri Malaysia, (10/5). (ilustrasi)

Mahatir Mohammad mengucapkan sumpah sebagai Perdana Mentri Malaysia, (10/5). (ilustrasi)

Foto: Malaysiakini.com
Mahatir tidak banya tidur dan membaca buku fiksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee bin Malik mengungkap sejumlah rahasia hidup sehat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad. Mahathir Mohammad kini berusia 93 tahun.

"Perdana Menteri Mahathir memberikan sejumlah kiat-kiatnya kepada saya, bagaimana hidup sehat. Tidak hanya makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang," ujar Maszlee saat memberikan ceramah singkat di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumat (11/1).

Kiat pertama yakni tidur jangan banyak. Ketika usia sudah menua atau selepas pensiun banyak yang menggunakan waktu luang untuk tidur.

Mahathir berbeda, ia tidak menggunakannya untuk tidur meskipun keinginan untuk tidur itu sangat kuat. Dia menjelaskan Mahathir hanya tidur lima menit ketika siang hari untuk mengembalikan energinya.

"Jangan stres. Perdana Mahathir ketika ada kasus besar kemarin pun, dia tidak stres," kata dia.

Maszlee bahkan pernah ke kantor Mahathir dan menemukan tumpukan dokumen di mejanya. Kepada Maszlee, Mahathir mengaku tidak stres, dan akan stres jika tidak bekerja. Meski terbilang usia Mahathir sudah senja, namun Mahathir sudah di kantor jam delapan pagi dan kembali ke rumah pukul delapan malam.

Kiat kedua yakni rajin membaca buku, terutama buku fiksi. Bahkan saat Mahathir cuti dari pekerjaan selama enam hari, ia tetap membaca buku. Ke depan, kata Maszlee, pihak pemerintah Malaysia ingin membudayakan membaca pada generasi muda.

"Saat ini, kami juga menitikberatkan isu nilai. Mahathir ketika berkunjung ke Indonesia berbincang dengan Presiden Jokowi selama dua jam, juga membicarakan masalah nilai ini. Pendidikan harus bisa mengubah generasi mendatang yang mempunyai komitmen, integritas, amanah, saling menghargai," kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan akan memulai kerja sama pertukaran guru antara Indonesia dan Malaysia, serta pertukaran pelajar. Dia berharap ke depan, kerja sama pendikan ke dua negara terus meningkat.


sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA