Sunday, 14 Jumadil Awwal 1440 / 20 January 2019

Sunday, 14 Jumadil Awwal 1440 / 20 January 2019

Pesan Penyintas untuk Hindari Kanker Kelenjar Getah Bening

Sabtu 12 Jan 2019 19:20 WIB

Red: Friska Yolanda

Kanker nasofaring

Kanker nasofaring

Foto: NP Screen
Hindari makanan yang dibakar dan yang menggunakan penyedap rasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu penyintas kanker kelenjar getah bening yang juga merupakan Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Eka Widodo Soegiri berpesan kepada masyarakat untuk menjaga gaya hidup. Pola hidup sehat sangat berdampak untuk mencegah kanker.

"Pola makan harus benar, gaya hidup jangan semaunya," katanya memberikan keterangan dalam pesan singkatnya di Jakarta, kemarin.

Ia pernah divonis menderita kanker kelenjar getah bening pada Februari 2016. Namun di tahun yang sama, tepatnya Desember 2016, Eka bersyukur karena dinyatakan telah sembuh dan terbebas dari penyakit yang disebut limfoma tersebut.

Eka menjalani kemoterapi sebanyak enam kali pada 2016. Hingga hingga akhirnya pada akhir 206, dokter menyatakan benjolan yang terdapat di kerongkongannya hilang dan kembali normal. 

Baca juga, Evaluasi Penyintas Kanker Nasofaring 5 Tahun Pascapengobatan

Ia yang saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Analisis Strategis, Akuntabilitas Politik dan Publikasi itu mengingatkan kepada masyarakat agar menghindari makanan yang dibakar. Seseorang juga diimbau menghindari konsumsi makanan yang menggunakan penyedap atau pengawet makanan.

"Hindari masakan yang dibakar, karena arangnya bisa jadi pemicu kanker. Gorengan pinggir jalan, setop," tambahnya.

Eka yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Humas Kementerian LHK hingga saat ini masih tetap disiplin menjalani kontrol kesehatan terkait penyakitnya yang dulu. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu penyakit tersebut kambuh.

"Setiap tahun harus kontrol PET CT Scan, dan per tiga bulan harus cek darah di laboratorium agar kalau ada sesuatu yang mencurigakan bisa dideteksi sedini mungkin agar penanganannya juga cepat dan tepat. Intinya harus disiplin," tegasnya.

Setelah dinyatakan terbebas dari kanker kelenjar getah bening Desember 2016, Eka menjalani tes PET CT Scan setiap tahun. Pada 8 Januari 2019 Eka kembali mengontrol kesehatannya dan tetap dinyatakan bersih.  

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES