Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Puan: Indonesia Lakukan Percepatan Kesiapan SDM

Rabu 16 Jan 2019 19:10 WIB

Red: Ratna Puspita

Menko PMK Puan Maharani

Menko PMK Puan Maharani

Foto: Kemenko PMK
Saat ini, jumlah sarjana di Indonesia baru sekitar 11 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan saat ini Indonesia terus melakukan percepatan kesiapan sumber daya manusia. Sebab, saat ini jumlah sarjana di Indonesia baru sekitar 11 persen.

"Atau, sekitar 13 juta dari 121 juta penduduk yang bekerja," ujarnya dalam acara peresmian Laboratorium Fakultas MIPA Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/1).

Dia menjelaskan sebagian besar angkatan kerja merupakan lulusan pendidikan menengah ke bawah. Padahal, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dapat menjadi penggerak ekonomi, industri, dan birokrasi yang berdaya saing.

Saat ini, katanya, pemerintah mengambil langkah strategis untuk percepatan kesiapan SDM, yakni memperluas penerima Bidikmisi, revitalisasi vokasional, penguatan riset nasional, dan pengembangan manfaat dana LPDP untuk pelatihan. "FMIPA merupakan basis dalam mengembangkan riset dan inovasi teknologi," katanya.

Puan juga menyampaikan pesan kepada para mahasiswa untuk memiliki kemampuan dalam mengolah peluang dan potensi yang ada. Ia juga mengharapkan FMIPA-UI memperkuat peran membangun SDM Indonesia untuk kemajuan bangsa.

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin meminta perguruan tinggi berkoordinasi dengan dunia usaha atau industri sebelum melakukan riset. "Sehingga riset yang dilakukan dapat dimanfaatkan dengan baik," kata dia.

Saleh menuturkan industri dan perguruan tinggi pada dasarnya saling membutuhkan. Riset di perguruan tinggi, katanya, bermanfaat mengembangkan perusahaan, sedangkan bagi perguruan tinggi, industri menyokong pendanaan sehingga tidak terlalu bergantung pada bantuan APBN untuk penelitian.

Dalam kesempatan itu, pihak Sinar Mas juga memberikan bantuan senilai Rp7 miliar untuk melengkapi peralatan laboratorium F-MIPA UI. "Kami berharap FMIPA UI bisa menghasilkan riset-riset yang bermanfaat bagi masyarakat dan juga dunia industri," kata Saleh. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES