Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

JK: Dalam Bencana, PMI Bertahan Sampai Akhir

Senin 11 Feb 2019 14:18 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Musyawarah Kerja Nasional Palang Merah Indonesia (PMI) Tahun 2019 di Ballroom Hotel Aryaduta Jakarta, Senin (11/02).

Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Musyawarah Kerja Nasional Palang Merah Indonesia (PMI) Tahun 2019 di Ballroom Hotel Aryaduta Jakarta, Senin (11/02).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
PMI juga berupaya memperbaiki sistem penanganan kemanusian dan fasilitas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para anggota maupun relawan Palang Merah Indonesia (PMI) terus semangat bekerja dalam kemanusiaan. Menurutnya, anggota dan relawan PMI harus mempunyai daya tahan yang baik dalam menangani kebencanaan karena mereka adalah pihak yang bertahan sampai akhir bencana. Dalam beberapa kasus bencana, lanjut dia, organisasi maupun sukarelawan yang membantu tidak bertahan lama.

"Apabila ada bencana,  ramai-ramai banyak organisasi dan instansi yang datang, kita bersyukur akan hal tersebut tapi daya tahan mereka tidak lebih dari satu bulan, setelah sebulan akan habis itu bendera dimana mana, tapi PMI bertahan sampai akhir," ujar JK dalam sambutannya saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PMI di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (11/2).

Menurut JK, anggota dan relawan PMI juga bekerja sampai tuntas dan tidak membedakakan sesama. Karenanya, dalam Mukernas 2019 ini, ia berharap semakin memantapkan semangat PMI dalam kemanusiaan.

JK mengatakan, selain penanganan kebencanaan, PMI juga berupaya memperbaiki sistem penanganan kemanusian dan fasilitas di PMI, seperti donor darah. Menurut JK, penduduk Indonesia yang makin bertambah, membuat kebutuhan akan donor darah juga semakin bertambah. Sehingga PMI saat ini fokus untuk meningkatkan fasilitas unit donor darah

"Kita mempunyai unit mobil donor darah, kurang lebih mobilnya 120 kita akan tingkatkan di masa mendatang," ujar JK.

JK melanjutkan, begitu halnya dengan kebutuhan air bersih, yang dinilai PMI sebagai salah hal penting dalam kemanusiaan. Menurutnya, PMI juga akan meningkatkan jumlah mobil tangki air yang saat ini berjumlah 95 unit untuk menangani kebutuhan air bersih.

"Kemarin baru saja kita dapat bantuan 10 mobil tangki. Karena setelah kita memperlajari kebutuhan lebih panjang itu air. Semula kita menambah ambulans tapi skrg kita melihat kebutuhan yang pokok itu justru air, mau banjir butuh air, mau kering butuh air, mau bencana butuh air bersih," ujar JK.

Mukernas 2019 bertema tentang “Kebersamaan dalam Kemanusiaan” yang dihadiri sekitar 155 peserta yang terdiri dari perwakilan setiap PMI di 34 provinsi, delegasi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Komite Palang Merah Internasional (ICRC),dan perwakilan dari Palang Merah Negara Sahabat ini membicarakan pencapaian PMI di tahun 2018 serta rencana kerja PMI untuk periode 2019-2024.

Mukernas tahun ini merupakan Mukernas terakhir sebelum berakhirnya masa kepengurusan PMI di bawah Pimpinan Jusuf Kalla yang telah menjabat 2 (dua) periode masa bakti kepengurusan, 2009-2014 dan 2014-2019.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA