Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Analisis Gestur Debat, Jokowi Perlihatkan Senyum Tulus

Senin 18 Feb 2019 01:58 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri), Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) dan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) menyanyikan Indonesia Raya saat sebelum memulai debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2/2019).

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri), Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) dan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) menyanyikan Indonesia Raya saat sebelum memulai debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Pakar gestur menyebut Jokowi kemungkinan gemas dengan jawaban Unicorn Prabowo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Debat damai, itulah kesimpulan yang bisa ditarik dari gestur kandidat presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam debat putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2) malam. Pakar bahasa tubuh Monica Kumalasari mengemukakan itu ditunjukkan saat kandidat saling menghampiri usai debat.

Baca Juga

"Raut wajah Jokowi saat akhir menunjukkan senyum tulus dan terlihat puas terhadap debat," kata Monica. Apa yang diperlihatkan Jokowi dan Prabowo pada akhir debat bertema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur jauh berbeda dua jam sebelumnya. 

Menurut pakar bahasa tubuh berbasis sains yang mendapat lisensi dari Paul Ekman ini, kedua kandidat terlihat gugup ketika debat dimulai. "Tangannya ditelungkupkan, seperti menutup, antara jari saling masuk," jelas dia.

Ketegangan ini juga terlihat beberapa kali di mana penjelasan yang keluar dari mulut Jokowi tidak terlalu mengalir, beberapa kali dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan penuturannya.

Saat menyampaikan visi misi, Prabowo mengeluarkan kalimat "kami kalau berkuasa nanti" untuk mengandaikan jika dirinya kelak terpilih. "Ini kalimat 'commanding'". Dari sisi gerakan tubuh, Prabowo sering menghentakkan tangan ketika menjelaskan sesuatu, seperti memberikan komando.

Di sisi lain, Joko Widodo yang memakai kata "memimpin" lebih banyak menggunakan gaya tangan ilustratif. Gerakan tangannya berubah-ubah untuk mengilustrasikan penjelasan yang keluar dari mulutnya.

"Gaya tangan ilustratif itu ketika bicara soal lingkar, tangannya melingkar, ketika bicara soal panjang, tangannya membentuk (garis) panjang."

"Yang online-online itu?" Prabowo bertanya balik ketika Jokowi meminta pendapatnya mengenai pengembangan infrastruktur pendukung bagi "Unicorn", gelar untuk perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi lebih dari satu miliar dolar AS, seperti Go-Jek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak.

Jokowi mengambil lagi pelantang untuk mengiyakan pertanyaan Prabowo, tangan kirinya sempat terangkat, sebelum dia meletakkan kembali pelantang untuk mendengarkan jawaban Prabowo.

Menurut Monica, pada segmen tersebut bahasa tubuh Jokowi memperlihatkan rasa 'gemas' karena Prabowo tidak betul-betul memahami hal yang ia tanyakan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA