Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Pembelian Pesawat Sukhoi dari Rusia Dijadwal Ulang

Selasa 19 Feb 2019 19:50 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Nur Aini

Pesawat Sukhoi Su-35 bermanuver di langit Rusia.

Pesawat Sukhoi Su-35 bermanuver di langit Rusia.

Foto: sputniknews.com
Pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia juga tidak akan dibayar tunai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, mengatakan, pada kunjungannya ke Rusia beberapa waktu lalu, terdapat pembicaraan soal pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Salah satunya mengenai penjadwalan ulang jangka waktu pembelian Sukhoi SU-35.

Baca Juga

"Disinggung sedikit mengenai masalah pembelian Sukhoi dengan suatu penjadwalan ulang tentang jangka waktunya," jelas Wiranto saat ditemui wartawan di kantornya di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).

Selain soal penjadwalan ulang terkait jangka waktu pembelian alutsista buatan negeri tirai besi itu, pembahasan juga dilakukan mengenai sistem pembayarannya. Wiranto menjelaskan, jika sebelumnya sistem pembayaran pembelian Sukhoi SU-35 itu menggunakan uang tunai, kini pemerintah Indonesia mengajukan adanya imbal dagang sebagian.

"Yang tadinya kita cash, kita ajukan adanya imbal dagang sebagian. Mereka setuju kok, tinggal masalah teknis saja," ungkap dia.

Sebelumnya, perundingan untuk membeli 11 pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia telah selesai dan kontraknya ditandatangani kedua belah pihak pada Februari 2018. Akhir 2018 lalu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan, ada beberapa masalah teknis yang menjadi kendala, namun kedua belah pihak sepakat hal itu dapat diselesaikan pada 2019.

Ketika itu, Dubes Vorobieva juga meminta Indonesia untuk menunggu proses produksi pesawat Sukhoi SU-35. Sebelumnya, Indonesia telah menandatangani kontrak perundingan pembelian pesawat tempur Sukhoi-35 dengan Rusia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA