Wednesday, 13 Rajab 1440 / 20 March 2019

Wednesday, 13 Rajab 1440 / 20 March 2019

Azyumardi Azra: Saya Optimistis Melihat Masa Depan Indonesia

Jumat 22 Feb 2019 19:47 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Azyumardi Azra

Azyumardi Azra

Foto: dok Republika
Indonesia diyakini akan tetap utuh dan menjadi negara besar.

REPUBLIKA.CO.ID,  PONTIANAK— Guru besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra menyatakan optimismenya bahwa Indonesia akan tetap utuh dan menjadi negara besar meski kini tengah mengalami hiruk pikuk pemilihan umum.

"Saya optimistis melihat masa depan Indonesia, tetapi jangan melihat bahwa proses ini sudah selesai," kata Azyumardi Azra saat menghadiri dialog Memperkuat Nilai-nilai Kebangsaan Demi Kejayaan Indonesia di Pontianak, Jumat (22/2).

Baca Juga

Menurut dia, kondisi tersebut yaitu Indonesia tetap optimistis harus dijaga secara terus menerus terlebih lagi saat ini ada tantangan dari luar. "Karena kalau dibiarkan, ini dapat menciptakan suasana yang tidak baik, yang dapat mengancam keindonesiaan," katanya menegaskan.

Ia mencontohkan maraknya informasi hoaks atau berita bohong. "Ini harus diberantas karena dapat merusak nilai-nilai sebuah kepercayaan, 'trust capital'," kata mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah itu. 

Bahkan, lanjut dia, dapat membuat longgar jejaring kebangsaan di Indonesia. Interaksi antarsuku di Indonesia, secara langsung maupun tidak, ikut membentuk dan berproses menjadi Indonesia seutuhnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji meyakini bahwa Indonesia akan tetap utuh kalau ada percepatan pemerataan dalam kesejahteraan.

"Kalbar lebih beruntung karena Indeks Gini, atau ketimpangan antara yang kaya dan miskin, lebih rendah dari nasional, yakni di kisaran 0,32," ujar Sutarmidji.

Menyikapi keberagaman, ia menegaskan perbedaan sudah tercantum  dalam kitab suci sehingga tidak perlu lagi diperdebatkan.

Untuk itu, ia selaku Gubernur Kalbar terus mendorong agar terjadi pemerataan kesejahteraan di Kalbar. Misalnya dengan pembangunan infrastruktur hingga tingkat desa.

"Jalan dalam kondisi mantap di Kalbar, yang punya provinsi, hanya 51 persen. Kalau yang dikelola kabupaten dan kota, di bawah itu, sedangkan jalan nasional 92 persen kondisinya mantap," kata Sutarmidji.

Ia siap mendukung desa agar dapat berkembang menjadi desa maju dan mandiri dengan dukungan dari Pemprov maupun kabupaten kota.

Dialog Memperkuat Nilai-nilai Kebangsaan Demi Kejayaan Indonesia itu digelar oleh Forum Lintas Etnis Kalbar yang dimotori Prof Chairil Effendi, dari Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar.

 

 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA