Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Premium di SPBU Jalan Lintas Timur, Kosong Setiap Hari

Senin 19 Dec 2011 19:15 WIB

Rep: mursalin yasland/ Red: Rahmat Santosa Basarah

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Para supir mobil angkutan umum dan pribadi mengeluhkan kosongnya premium sepanjang jalan lintas timur, dari Simpang Pematang Kabupaten Mesuji hingga Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, dalam Provinsi Lampung, pada Ahad dan Senin (18-19/12).

Kendaraan roda empat yang melintas dari berbagai kota di Jawa dan Sumatra ini, terpaksa membeli premium di tingkat eceran dengan harga Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per liter. “Terpaksa kami beli bensin di pinggir jalan, takut kehabisan,” ujar Novriwan, warga Bandar Lampung, yang melakukan perjalanan ke Kabupaten Mesuji, Lampung.

Sebelumnya, ia mengisi penuh premium di kota Bandar Lampung. Namun, ketika di wilayah Unit II Kabupaten Tulangbawang, ia kesulitan mencari SPBU yang menyediakan premium, padahal jarum tanda bahan bakar mobilnya sudah kondisi merah. “Yang ada hanya pertamax, bensin sudah habis sejak pagi,” katanya. Pihak SPBU Mesuji telah memberikan papan pengumuman premium habis sejak siang.  Namun, mobil pribadi terpaksa menunggu di SPBU yang menjadi tempat strategis peristirahatan para supir pribadi.

Menurut Yanto, pengelola SPBU Mesuji, premium sudah habis sejak pukul 12.00, sedangkan mobil tangki premium baru datang lagi pada pukul 22.00. “Jadi banyak mobil pribadi yang menunggu di SPBU untuk mengisi premium sambil istirahat, karena setelah SPBU ini perjalanan ke Palembang masih sangat jauh,” ujarnya.

Pengemudi angkutan umum dan warga banyak membeli premium eceran seharga Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per liter. Armen, warga Unit II Tulangbawang, menyatakan rata-rata warga dan supir angkot, membeli premium di eceran. “Kalau menunggu di SPBU bisa-bisa tidak bekerja lagi mereka,” ujarnya. Ia merasa masih bergembira karena di tingkat eceran masih ada premium. Sebab, sebelumnya pernah terjadi premium langka selama tiga hari.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA