Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Korversi BBG Disiapkan Mulai Mei

Kamis 19 Apr 2012 22:13 WIB

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Chairul Akhmad

Petugas mengisi bahan bakar gas (BBG) ke sebuah mobil yang digunakan sebagai transportasi umum di Stasiun Pengisian BBG (SPBG) di Surabaya, Jawa Timur.

Petugas mengisi bahan bakar gas (BBG) ke sebuah mobil yang digunakan sebagai transportasi umum di Stasiun Pengisian BBG (SPBG) di Surabaya, Jawa Timur.

Foto: Antara/Ismar Patrizki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Minat masyarakat untuk berbindah dari bahan bakar minyak (BBM) ke BBG dirasa masih kecil.

Menteri Perindustrian, MS Hidayat, mengatakan di negara-negara yang sukses menggunakan BBG, selisih harga antara BBM dan BBG umumnya mencapai 50-60 persen.

"Jadi, kalau masih kecil seperti sekarang memang minat orang utnuk berpindah masih kecil," ujar Hidayat saat ditemui wartawan, Kamis (19/4).

Namun, Hidayat mengungkapkan program konversi akan tetap dilakukan mulai bulan Mei mendatang. Konverter kit, kata Hidayat mulai akan dipasang di transportasi umum, mobil-mobil dinas, lembaga, kementerian, BUMN, dan baru menuju sektor privat.

Ia telah mengimbau kepada para pelaku industri otomotif mulai tahun depan bisa memasang konverter kit di produknya. "Jadi bisa pakai sistem switch," tambahnya.

Penggunaan konverter kit ini sebagai salah satu solusi wacana pembatasan BBM bersubsidi per Mei mendatang. Tiga BUMN, PT Dirgantara Indonesia, Pindad dan Wijaya Karya akan melakukan impor konverter kit di tahap awal. Dari segi teknologi, Hidayat tak ingin Indonesia mencoba-coba sendiri pembuatan konverter kit.

Pelaku otomotif, lanjut Hidayat, telah menyesuaikan dengan penggunaan pertamax untuk mesin buatan tahun 2006 ke atas. "Dengan demikian, sebetulnya memang harus menggunakan pertamax," tandasnya.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman Maman Rusdi, mengatakan wacana pembatasan BBM harus disosialisasikan. Selain itu, Sudirman mengungkapkan perlu adanya pengawasan yang ketat agar kebijakan tersebut bisa diterapkan dengan baik.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA