Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Yogya Dukung KH Abdul Kahar Mudzakkir Jadi Pahlawan Nasional

Senin 09 Jul 2012 12:25 WIB

Rep: Heri Purwata/ Red: Dewi Mardiani

Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir

Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir

Foto: 4.bp.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, mengatakan Pemkot mendukung pengusulan KH Abdul Kahar Mudzakkir sebagai pahlawan nasional. Penganugerahan gelar pahlawan nasional dari pemerintah kepada pejuang Islam ini tentu telah ditunggu-tunggu masyarakat Yogyakarta.

Haryadi mengemukakan hal itu pada sambutan pembukaan seminar nasional "Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir Mutiara Nusantara yang Terlupakan" di Yogyakarta, Senin (9/7). Tampak hadir mantan wakil ketua MPR AM Fatwa yang memberikan keynote speech. Sedang narasumber Ketua MK Mahfud MD, mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif, dan Rektor UII Yogyakarta Edy Suandi Hamid.

Haryadi mengatakan, pemberian gelar pahlawan bagi tokoh pejuang bermanfaat bagi generasi muda. Gelar tersebut sebagai pengingat untuk terus melanjutkan cita-cita bapak bangsa dalam konteks kekinian. "Juga untuk menjaga dan memelihara rasa kebanggaan kita," kata Haryadi.

Yogyakarta, katanya, harus bersyukur banyak tokoh pejuang. Salah satunya, KH Abdul Kahar Mudzakkir yang merupakan pejuang Islam dan berjasa bagi bangsa dan negara. "Sosok beliau memiliki jasa yang besar bagi sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa Indonesia. Beliau dikenal sebagai seorang tokoh yang memiliki pemikiran brilian dan rasa nasionalisme yang tinggi," tandasnya.

Meskipun berlatar pendidikan agama Islam, KH Abdul Kahar Mudzakkir tetap membuka diri untuk belajar berbagai pemikiran tentang kebangsaan dan nasionalisme. "Tidak banyak tokoh yang mampu menciptakan harmonisasi antara kepentingan masyarakat, bangsa, dan keagamaan dalam setiap pemikiran maupun tindakannya," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA